TERKINI
TAK BERKATEGORI

PDAM Tirta Daroy Diminta Ekspos Hasil Kinerja Satu Tahun Terakhir

BANDA ACEH - Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh meminta Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Daroy mengekspose kinerja satu tahun terakhir. “Apa saja yang sudah berhasil…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 552×

BANDA ACEH – Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh meminta Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Daroy mengekspose kinerja satu tahun terakhir.

“Apa saja yang sudah berhasil dicapai, dan apa saja yang belum sehingga harus dipacu kembali diawal tahun 2017 mendatang,” kata Ketua Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh Irwansyah, S.T., saat menyampaikan pandangan akhir fraksi terhadap Rancangan Qanun APBK Banda Aceh tahun 2017, di DPRK setempat, Jumat, 16 Desember 2016, sore.

Irwansyah mengharapkan PDAM Tirta Daroy mengeskpos target ke depan yang ingin dicapai dalam peningkatan pelayanan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, harus ada sosialisasi kepada masyarakat, seperti program Distrik Meter Area (DMA), serta jumlah sambungan yang sudah berhasil dicapai maupun akan dikerjakan.

“Meskipun kita ketahui bersama bahwa jumlah masyarakat yang terlayani air bersih di kota Banda Aceh sudah mendekati angka 90 persen, dan menjadi salah satu daerah yang tingkat pelayanan air bersih terbaik di Indonesia, yang ditandai dengan penghargaan Sanipura Award, yang diserahkan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani pada sanitasi summit November 2016 lalu di Banda Aceh,” ujarnya.

Irwansyah juga berharap Banda Aceh mampu memenuhi target 100 persen air bersih sebelum tahun 2019, mengingat Pemerintah Pusat telah menetapkan kota ini sebagai pilot project universal akses atau disebut sebagai gerakan 100-0-100 (100% akses air minum-0% pemukiman kumuh-100% akses sanitasi).

Potensi zakat

Terkait peningkatan target PAD Banda Aceh dari Rp209 miliar tahun 2016 menjadi Rp240 miliar pada 2017, Fraksi PKS-Gerindra DPRK Banda Aceh menilai sudah melalui pertimbangan matang. Sebab selama ini masih ada sektor-sektor potensi PAD yang belum tergarap maksimal.

Irwansyah mencontohkan, PAD dari sektor zakat yang ditargetkan Rp18 miliar, meskipun sudah tinggi tapi masih jauh dari potensi. “Kami pernah mendengar dari pakar bahwa potensi zakat di Banda Aceh ini bisa mencapai 100 miliar jika digarap secara maksimal,” ujarnya.

Ia menilai perlu kerja keras serta peningkatan SDM Baitul Mal Banda Aceh untuk menggarap potensi zakat. Kemudian juga meningkatkan sosialisasi dan pemahaman kepada wajib zakat atau muzakki. Namun Irwansyah memberikan apresiasi kepada Baitul Mal Banda Aceh dengan capaian penerimaan zakat yang terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan telah dicapai jauh lebih baik dari daerah lainnya di Provinsi Aceh.[](rel)

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar