TERKINI
TAK BERKATEGORI

PBB Lebih Perhatian Timur Tengah Ketimbang Rohingya

LHOKSEUMAWE - President of the Burmese Rohingya Organisation of the UK (BROUK) Tun Khin mengatakan, saat ini lembaga Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) lebih memperhatikan masalah…

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 560×

LHOKSEUMAWE – President of the Burmese Rohingya Organisation of the UK (BROUK) Tun Khin mengatakan, saat ini lembaga Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) lebih memperhatikan masalah Timur Tengah ketimbang permasalahan yang sedang dialami Rohingya.

“Saya sudah advokasikan masalah Rohingya ke tingkat PBB, namun hingga kini respon mereka masih belum maksimal dan sepertinya masih perhatian menangani masalah Timur Tengah,” ujar Tun Khin saat berkunjung ke rumah dinas Bupati Aceh Utara, Sabtu 27 Februari 2016.

Menurut Tun Khin, kasus yang terjadi di Myanmar merupakan persoalan pembantaian etnis, sehingga harusnya disikapi dengan serius, jangan sampai etnis Rohingya tidak bisa mengenyam kehidupan di negaranya sendiri.

Tun juga menjelaskan tak hanya Aceh, ada beberapa negara lain yang memperlakukan baik pengungsi Rohingya, seperti Negara Kanada dan Amerika Serikat dan Arab Saudi.

Tun mengungkapkan di Arab Saudi, mereka mendapatkan tempat tinggal yang baik, namun susah mendapatkan makanan, di Negara Pakistan mereka mendapatkan pelayanan yang baik dan di Dubai belum mendapatkan pelayanan yang maksimal, seperti masalah kesehatan dan pendidikan.

“Setiap negara berbeda-beda dalam hal penanganggannya. Apalagi di Aceh mereka mendapatkan tempat tinggal dan pelayanan yang baik. Ini menjadi sejarah baru, semoga pemerintah bisa mendorong negara lain untuk memperhatikan masalah rohingya,” kata Tun Khin.

Sementara Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib mengatakan kasus Rohingya merupakan persoalan Internasional. Untuk menolong mereka, sudah seharusnya didasari atas kemanusiaan. “ Kita islam dan ini adalah masalah kemanusiaan,” kata Cek Mad sapaan akrap Bupati.

Sejak berada di Aceh Utara, mereka akan tetap perhatikan termasuk manusia perahu tersebut diberikan berbagai pelatihan-pelatihan.

“Selama berada di tempat penampungan, mereka kami bekali dengan berbagai pelatihan-pelatihan, seperti menjahit dan bercocok tanam sedangkan untuk anak-anak dan remaja kita berikan pendidikan dunia maupun keagamaan,” ujar Muhammad Thaib.

Untuk diketahui, BROUK merupakan sebuah organisasi LSM Advokasi muslim Rohingya yang berkedudukan di Negara Inggris.[](tyb)

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar