JAKARTA – Hingga saat ini, Tim Pencari Fakta Rohingya belum bisa masuk ke Myanmar untuk melakukan penelitian dan mencari jejak-jejak fakta terkait tindak kekerasan terhadap etnis Rohingya di Rakhine. Ketua Tim Pencari Fakta, Marzuki Darusman, berharap pemerintah Indonesia bisa membantu TPF untuk bisa masuk ke Myanmar.
Hubungan dengan pemerintah Indonesia tengah berlangsung dan yang sekarang kita upayakan adalah agar tim pencari fakta bisa difasilitasi untuk bisa masuk ke sana, ujar Marzuki kepada Anadolu Agency, Jumat malam.
Hal ini, menurutnya, tidak terlepas dari posisi Indonesia yang dipercaya oleh pemerintah Myanmar, sehingga langkah-langkah yang Indonesia ambil akan bernilai tinggi dan TPF dapat melaksanakan tugasnya sesuai mandat.
Setiap anggota PBB diharapkan memberi bantuan penuh bagi penyelesaian kasus ini, lanjut Marzuki.
Dia mengatakan, tim saat ini sudah mengajukan permintaan visa agar bisa masuk ke Myanmar dan akan menunggu jawaban hingga minggu depan. Menurut Marzuki, susahnya mendapatkan akses masuk tidaklah aneh. Hal itu dikarenakan tidak ada satupun negara yang suka Tim Pencari Fakta masuk ke wilayah mereka, termasuk Myanmar.
Kita tidak berpraduga. Tapi kalau tidak bisa masuk ke negara yang bersangkutan, kita akan pergi ke negara yang berdekatan yaitu Bangladesh, Thailand, dan Malaysia. Namun kita berharap bisa masuk ke Myanmar untuk melakukan penelitian dan mendengar sendiri mengenai masalah ini, ucap Marzuki.
Lebih jelas, dia mengungkapkan, mandat yang diberikan PBB kepada tim ini adalah untuk melihat permasalahan di Rakhine dan Myanmar secara keseluruhan. Dari sana, hasil temuan tersebut akan melengkapi laporan yang pernah disampaikan oleh Kofi Anan selaku komisi penasihat PBB untuk negara bagian Rakhine.