TERKINI
TAK BERKATEGORI

PBB Apresiasi Dukungan Masyarakat Indonesia Untuk Palestina

Sebenarnya sudah ada perkembangan sikap dan pemikiran dari kalangan rakyat Palestina dengan menerima solusi dua negara (two-state solution) dengan Israel.

VIVA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

JAKARTA – Duta Besar dan Pengamat Tetap Negara Palestina untuk PBB, Riyad Mansour menyampaikan apresiasi yang mendalam bagi dukungan luar biasa dari rakyat Indonesia untuk kemerdekaan Palestina.

“Indonesia telah memberikan pengakuan bagi kedaulatan Palestina, terbukti dengan dibukanya Kedutaan Besar Palestina di Jakarta,” kata Mansour dalam Kuliah Peradaban di kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Menteng, Jakarta, Jumat (18/12).

Komunitas internasional, kata dia, juga terus menunjukkan dukungan bagi Palestina. Salah satu hasilnya bendera Palestina di PBB telah berkibar. Selain itu, telah terbuka banyak sekali kesempatan bagi rakyat Palestina untuk memenuhi hak-hak rakyatnya.

“Konvensi-konvensi internasional menjadi melekat bagi rakyat Palestina, hak untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan dan lainnya, termasuk untuk membawa Israel ke Mahkamah Internasional,” kata dia.

Mansour mengatakan, perundingan bilateral selama 20 tahun lebih dengan Israel tidak membuahkan hasil apapun karena niat tidak baik dari pihak Israel. Dia mencontohkan, Israel melakukan penindasan dengan blokade wilayah Palestina, pembangunan permukiman ilegal di kawasan Palestina dan aksi kekerasan dari militer.

Rakyat Palestina, lanjut dia, juga menderita berbagai permasalahan sosial akibat tekanan dari Israel, di antara akibatnya adalah pengangguran yang sangat tinggi di Jerusalem Timur. “Ada dua hal yang kita tuntut saat ini. Pertama hentikan aksi kekerasan militer Israel dan kedua adalah keterlibatan internasional karena kami tidak lagi bisa mempercayai pihak Israel,” kata dia.

Dia juga mengatakan, umat Muslim, Kristen, dan Yahudi berhak memiliki hubungan spiritual dengan Jerusalem. Di wilayah inilah tiga agama tersebut memilik hubungan spesial menilik sejarah yang melekat dengan Jerusalem. Namun, tetap yang memiliki hak untuk membentuk negara yang berdaulat adalah rakyat yang memang tinggal di wilayah tersebut.

Mansour menjelaskan, sebenarnya sudah ada perkembangan sikap dan pemikiran dari kalangan rakyat Palestina dengan menerima solusi dua negara (two-state solution) dengan Israel. “Itu pun Israel tidak mau, karena mereka tetap berkeras menghendaki seluruh wilayah,” kata dia.

Mansour sendiri lahir di kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki Israel. Dia memulai karir di PBB sejak 2005 dan seiring dengan meningkatnya status Palestina ia diangkat menjadi Duta Besar dan Pengamat Tetap Negara Palestina untuk PBB sejak 29 November 2012.

Sementara itu, Ketua CDCC, Din Syamsuddin menegaskan dukungan rakyat Indonesia untuk kemerdekaan Palestina. Din yang juga menjabat sebagai Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina ini menghimbau rakyat Indonesia agar memberikan bantuan secara resmi melalui Kedutaan Besar Palestina bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI.

Din juga menambahkan prakarsa Indonesia membantu Palestina akan semakin terjalin dengan rencana pembukaan konsulat kehormatan di Ramallah.[] sumber: republika.co.id

VIVA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar