BANDA ACEH – Masih dalam kondisi bulan maulid berbagai jenis barang pokok dan sembako meningkat di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar, Sabtu, 16 Januari 2016.

Sebagian besar harga barang meningkat namun juga ada beberapa jenis barang yang harganya stabil.

“Kebanyakan barang meningkat selama masuk tahun baru dan maulid kemarin, sebagian ada yang turun dan sebagiannya juga meningkat,” kata Rizki, 25 tahun, salah satu penjual saat ditemui portalsatu.com pagi tadi.

Adapun jenis barang-barang yang harganya naik tersebut sebagai berikut:

1. Wortel dari Rp. 4. 000 menjadi Rp. 6.000 per kilogram
2. Gula dari Rp. 12. 000 menjadi Rp. 14.000 per kilogram
3. Tomat dari Rp. 5. 000 menjadi Rp. 10.000 per kilogram
4. Cabe merah dari Rp. 18. 000 menjadi Rp. 22.000 per kilogram
5. Telur ayam dari Rp. 28.000 menjadi Rp. 42.000  per papan
6. Telur bebek dari Rp. 2.500 menjadi Rp. 3.000 per butir
7. Kelapa dari Rp. 3.000 menjadi Rp. 4.000 per butir
8. Bawang merah jenis bombai dari Rp. 12.000 menjadi Rp. 20.000 per kilogram
9. Bawang merah Aceh dari Rp. 28.000 menjadi Rp. 40.000 per kilogram
10. Buncis dari Rp. 7.000 menjadi Rp. 9.000 per kilogram
11. Kentang dari Rp. 8.000 menjadi Rp. 10.000 per kilogram
12. Emping yang kualitas standar dari Rp. 35.000 menjadi Rp. 48.000 per kilogram

Sementara harga barang yang turun berupa telur puyuh dari Rp. 38.000 menjadi Rp. 36.000 per papan, cabe rawit dari Rp. 35.000 menjadi Rp. 22.000 per kilogram serta harga minyak makan standar yang masih tetap Rp. 12.000 per kilogram.

“Kalau harga barang yang naik memang sudah sejak maulid pertama,” kata Bembi 25 tahun, salah satu penjual lainnya.

Sementara harga daging sapi atau kerbau Rp. 130.000 per kilogram,  daging ayam potong dari Rp. 40.000 menjadi Rp. 45.000 per potong, cumi-cumi Rp. 45.000, serta ikan tumbo (ikan gembong), dan ikan bandeng Rp. 20.000 per kilogram.

Kalau harga ayam naik sebelum tahun baru kemarin, diperkirakan harga akan turun pada  maulid kedua atau ketiga, kata Jol salah satu penjual ayam.

“Harga barang yang naik tergantung barangnya juga, tidak semuanya. Kalau harga beras juga meningkat, beras  jenis Rinden dari Rp. 135.000 menjadi Rp.145.000,” ujar Rizki.

Ia mengakui, pembeli tetap seperti biasa, tidak begitu berpengaruh. Rata-rata, kata Rizki, pembeli tetap ramai karena musim kenduri maulid.

“Meskipun barang mahal, tetap membeli juga karena kebutuhan. Tetapi mengirit dalam hal pemakaian,” kata Mardiana, 29 tahun, ibu rumah tangga, salah satu pembeli.[](tyb)