Jakarta – Gubernur Jakarta Basuki Purnama tidak peduli dengan kesulitan warga yang anaknya akan ujian SMP pada Mei ini atau nelayan yang mata pencahariannya di laut. 

Ahok, panggilan Gubernur Basuki, tetap memerintahkan anak buahnya menggusur kios dan pemukiman warga di Pasar Ikan, Jakarta Utara. 

Sejak Senin, 11 April 2016 pukul 07.00 tujuh backhoe mulai merobohkan ratusan kios dan rumah warga yang sejak puluhan tahun lalu berdiri di kampung ini. 

Gerimis hujan tak menghalangi alat berat menghancurkan rumah dan kios warga yang telah kosong, karena mendapat surat perintah bongkar sejak pekan lalu. 

Puluhan warga hanya menyaksikan rumah dan kios yang sejak lahir menjadi bagian hidupnya mulai  roboh.  Seorang perempuan paruh baya hanya menatapi alat berat itu. Matanya merah, ia menutup hidungnya menggunakan bagian atas daster yang dikenakan.

Slamet Muhdori  hanya pasrah dengan penggusuran di kampungnya. Tokoh agama yang sudah berusia 63 tahun itu hanya bisa melihat bahwa alat berat sudah terparkir beberapa hari sebelum penggusuran. “Ini mendadak,” kata dia saat ditemui Tempo usai salat subuh.   

Seorang tentara yang ditugaskan mengawal penggusuran, tampak ber-selfi. “Lagi-lagi, mantep banget,” katanya sambil menghisap rokok.  

Selain tentara, ratusan aparat dari Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja ikut mengawal. Jumlah aparat seluruhnya 4000 orang. Anak-anak dan remaja berdiri sekitar sepuluh meter menjauhi kios. 

Tatapannya tertuju pada ujung backho yang menyerupai garpu tajam. Pertengahan Mei nanti,  sebagian diantara mereka harus mengikuti ujian nasional untuk kelulusan SMP. []Sumber:tempo.co