Tidak semua hal terbaik datang dari sesuatu atau seseorang yang sempurna. Sebab, ketidaksempurnaan yang saling melengkapi bisa melahirkan kebahagiaan.
Sebuah studi yang dihelat oleh University of Texas di Austin, Amerika Serikat, menemukan bahwa kepuasaan dalam hubungan asmara dan loyalitas pasangan tergantung dari bagaimana Anda membandingkan mereka dengan mantan-mantan pada masa lalu.
Dalam lingkup berkencan, banyak orang sering membandingkan pasangan terbaru dengan kelebihan dan kekurangan mantan.
Kecerdasan, kesehatan, sifat baik, daya tarik, mandiri, dan level finansial merupakan faktor-faktor yang paling sering dinilai dan dibanding-bandingkan.
Studi ini menyimpulkan bahwa menemukan seseorang yang memenuhi standar kesempurnaan tinggi merupakan pekerjaan yang sia-sia.
Pertimbangan acap kali berdasarkan kompatibilitas ketimbang kecocokan. Hal ini telah memotivasi sebagian besar orang dalam mencari pasagnan, jelas Daniel Conroy-Beam, ketua penelitian.
Kami mendemonstrasikan bahwa pertimbangan dalam mencari pasangan telah membentuk perasaan dan kebiasaan dalam hubungan. Hal ini memengaruhi bagaimana kita merasa bahagia dengan pasangan berdasarkan usaha yang kita dedikasikan dalam hubungan tersebut, urainya.