ANKARA – Anggota parlemen Turki dengan suara bulat sepakat membentuk komisi untuk menyelidiki 15 Juli gagal kudeta, di Ankara, Selasa 26 Juli 2016.

Komisi tersebut terdiri dari anggota parlemen dari empat partai politik utama Turki, yakni parta penguasa Partai Keadilan dan Pembangunan (AKParti), Partai Rakyat Republik (CHP), Partai Rakyat Demokratik (HDP), dan Partai Gerakan Nasionalis ( MHP).

Komisi ini akan menyelidiki para tersangka, termasuk mereka yang ditahan, sebagaimana aturan jaksa penuntut umum. Komisi ini bertujuan untuk mewujudkan fakta-fakta seputar upaya untuk menggulingkan pemerintah.

Menteri Kehakiman Turki, Bekir Bozdag, memperingatkan parlemen tentang diperlukannya tindakan cepat untuk mencegah kudeta susulan.

Wakil ketua CHP, Engin Altay, mengatakan “Seluruh bangsa Turki, parlemen, dan media merasa jijik terhadap para pengkudeta ini dan kelompoknya, kami ingin mereka para komplotan kudeta supaya dihukum berat,” katanya sebagaimana dilaporkan oleh Diyar Guldogan di Anadolu Agency.

Wakil Ketua MHP, Erkan Akcay, mengatakan pihaknya tidak dapat bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi. 

“Tentu saja, para pengkhianat yang berusaha kudeta akan diadili dan diganjar hukuman yang pantas,” kata Erkan.

Seorang anggota parlemen HDP, Midhat Sincar, mengatakan negara memiliki kewajiban untuk cukup menyelidiki dan menilai komplotan kudeta. Setidaknya 246 orang tewas dan lebih dari 2.100 terluka dalam kudeta gagal.[]