CALANG – Anggota DPR Aceh yang tergabung dalam Panitia Khusus Daerah Pemilihan X menelusuri proyek-proyek di Kabupaten Aceh Jaya sumber dana Otsus 2015. Tiga proyek Otsus dan satu proyek APBA diduga bermasalah.
“Yang dipantau pansus X kali ini yang bernilai proyek di atas Rp500 juta, dan banyak pengerjaan bermasalah,” kata Ketua Pansus X Mohd. Alfatah, S.Ag., kepada wartawan di Calang, Selasa, 2 Agustus 2016.
Proyek otsus yang dipantau Pansus X tersebut adalah Tebing Sungai Krueng Lambeuso senilai Rp13 milliar dengan volume 399 meter, rehab irigasi di Pante Kuyun Rp710 juta dengan volume 275 meter, pembangunan tanggul pengaman Alue Suak Mulieng, Kuala Meurisi senilai Rp838 juta, embung Alue Meurasi Kecamatan Krueng Sabee senilai Rp4 milliar.
Sementara yang bersumber dari dana APBA murni pembuatan pagar kantor Samsat Aceh sepanjang 5000 meter dengan nilai Rp800 juta, dinilai oleh tim pansus tidak memuaskan.
Sedangkan pembuatan tebing Krueng Teunom yang bersumber dari Otsus senilai Rp2,9 milliar untuk volume 220 meter dianggap sesuai spek dan tepat waktu. Begitu juga hasil pantauan untuk perkebunan Sawit di simpang Patek, memuaskan tim pansus.
“Ada yang memuaskan dan ada yang tidak. Untuk proyek yang bermasalah nanti akan kita pertanyakan kepada pemerintah,” ujar Alfatah.
Tim Pansus X DPRA terdiri dari 10 anggota DPR Aceh dari Dapil Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, dan Siemeulu. Mereka adalah Mohd Alfata, S.Ag (Ketua), Dr Hj Mariati MR, M.Si (Wakil Ketua), Drs H. Djasmi Has, MM (Sekretaris), H.Abdullah Saleh, SH, T Iskandar Daod, SE, M.Si.Ak, Zainal Abidin, S.Si, H. Zuriat Suparjo, Drs Asib Amin. dan Zainal Bakri.
Hari kedua Pansus X, Rabu, 3 Agustus 2016 melanjutkan pengecekan sejumlah proyek di Aceh Barat.[]