SIGLI – Desakan penegerian Universitas Jabal Ghafur, Sigli, Kabupaten Pidie terus disuarakan elemen masyarakat setempat. Namun, sejauh ini terkesan belum ada yang serius memperjuangkan keinginan masyarakat Pidie yang mendambakan hadirnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Kesan itu tampak dengan simpang siurnya informasi tentang susunan panitia percepatan penegerian Unigha, baik dari pemerintah daerah maupun jajaran rektorat Unigha.
Ketika dikonfirmasi portalsatu.com kepada Pemkab Pidie melalui Asisten II Maddan, SE, beberapa waktu lalu, terkait siapa ketua panitia dan sejauh mana proses upaya penegerian kampus swasta tertua di Aceh ini, ia tidak mau mengakui dirinya sebagai ketua panitia yang telah dibentuk pemkab. “Nanti akan saya kasih tahu susunan panitia penegerian Unigha,” kata Maddan singkat.
Kalangan pemerhati pendidikan menilai panitia tidak serius memperjuangkan lahirnya PTN di Sigli. “Masa ketua panitia saja tidak jelas? Berarti mereka tidak serius dan hanya mencari sensasi saja,” kata tokoh masyarakat Pidie Dhian Anna Asmara.
Sementara di kampus Unigha nyaris tidak terdengar penegerian. Pihak rektorat lebih fokus kepada proses pendidikan dan program beasiswa dari Pendidikan Tinggi (Dikti). Alasan mereka, jika ribut dengan masalah penegerian maka proses beasiswa tertahan.
Rektor Unigha, Sulaiman, S.Pd, M.Pd, dalam jumpa pers beberapa pekan silam, mengaku untuk saat ini pihaknya lebih fokus menjalankan program kampus termasuk memperjuangkan akreditasi fakultas.[]
TRAVEL
Panitia Penegerian Unigha Tak Serius?
SIGLI - Desakan penegerian Universitas Jabal Ghafur, Sigli, Kabupaten Pidie terus disuarakan elemen masyarakat setempat. Namun, sejauh ini terkesan belum ada yang serius memperjuangkan keinginan…
Baca Juga
basa aceh
Warga Gampong Pisang Bucue Pidie Protes Pembagian BLT
30 Juni 2020
Nasional
Ini Penjelasan Kepala BPBD Pidie Soal Anggaran Covid-19
29 Juni 2020
Nasional