SIGLI – Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Tatang Sulaiman, kembali mengingatkan seluruh prajurit dan PNS di jajaran Kodam IM agar tidak ikut berpolitik. Namun untuk Persit dibebaskan memilih tanpa ada paksaan dari pihak lain maupun suami.

“TNI harus netral, tidak memberi dukungan atau suara kepada salah satu partai politik, karena TNI, prajurit yang mempunyai jati diri rakyat, pejuang dan nasional serta profesional,” kata Pangdam IM saat memberikan pengarahan di Markas Kodim 0102/Pidie, Minggu, 6 November 2016.

Pangdam menjelaskan prajurit telah dibiayai pemerintah. Mereka akan profesional apabila tidak terlibat politik praktis, karena TNI dilatih dan dilengkapi. Sedangkan prajurit pejuang yaitu mereka yang berdiri tegak di atas semua golongan, mementingkan bangsa dan negara bukan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Sikap tersebut dinilai bisa mempersatukan suku, agama dan ras dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Di sisi lain, Mayjen TNI Tatang Sulaiman juga mengatakan ada isu dari luar yang menyatakan Aceh termasuk daerah rawan Pilkada, selain Jakarta dan Papua. Namun dia yakin untuk Aceh pasti aman.

Keyakinan Panglima tersebut karena sudah memberikan pengarahan kepada satuan kewilyahan (Kodim) sampai Satpur dan Banpur.

“Saya yakin untuk pilkada di Aceh pasti aman, karena kita sudah menyiapkan langkah-langkah pengamanan di semua daerah,” kata Pangdam.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kodim 0102/Pidie, Pangdam didampingi Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Kolonel (Kol) Inf Deddy Agus Purwanto, S.H, Assisten Intelijen Kodam IM Kol. Inf Hendriyadi, Assisten Personil Kol. Inf Yunardi, Asisten Logistik Kolonel Czi Suprayogi, Asisten Teritorial Kol. Inf Nefra Firdaus, S.E, Komandan Polisi Militer Kodam IM (Danpomdam IM) Kol. Cpm Kemas Ahmad Yani, Kepala Penerangan Kodam IM (Kapendam IM) Letkol Kav Rusdi beserta Kapenrem 011/LW, Mayor Inf Nasrun Nasution, S. Ag. MM.[]