BANDA ACEH - Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto memperoleh Satya Lencana Dharma Pertahanan dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Penyerahan ini dilakukan oleh…
BANDA ACEH – Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Agus Kriswanto memperoleh Satya Lencana Dharma Pertahanan dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Penyerahan ini dilakukan oleh Irjen Kemhan RI Marsekal Madya TNI Ismono Wijayanto di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo pada acara puncak peringatan Hari Nusantara, Minggu, 13 Desember 2015.
Satya lencana serupa juga diberikan kepada Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi, Gubernur Aceh Zaini Abdullah, dan Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal.
Pemberian tersebut merupakan wujud pengabdian kepada negara karena telah memimpin Aceh hingga tetap aman dan kondusif.
Di acara tersebut, Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, juga memberikan penghargaan kepada Inovator Teknologi Bidang Kelautan.
Mereka adalah Direktur Desain dan Teknologi PT PAL Indonesia yang memproduksi kapal KCR60 sebagai Armada Penjaga Wilayah Indonesia.
Selanjutnya penghargaan juga diberikan kepada Syaiful Anwar selaku penemu alat konverter BBM ke bahan bakar gas. Menristek Dikti juga memberikan penghargaan kepada Indra Jaya selaku penemu alat penghitung benih ikan.
Tidak ketinggalan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, juga ikut memberikan penghargaan kepada para nahkoda kapal pengawas teladan di Indonesia. Mereka adalah Kapten Samson sebagai nahkoda Kapal Pengawas Hiu Macan Wilayah Barat dan Kapten Priyo Kurniawan sebagai Nahkoda Kapal Pengawas Hiu Macan Tutul 001 Wilayah Timur.
Menteri Susi juga memberikan penghargaan kepada kelompok pengawas Lestari Bahari dari provinsi NTB yang selama ini fokus mengawasi penangkapan ikan di laut Indonesia. Penghargaan juga diberikan kepada kelompok masyarakat pengawas Mina, Werdi Batu Lumbang Bahari dari Provinsi Bali. Dia dinilai layak mendapatkan penghargaan di bidang pelestarian sumber daya kelautan dan perikanan.[]
Laporan: Fira Zakya