TAKENGON – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengatakan kesadaran warga mengembangkan pengajian menjadi wujud partisipasi masyarakat untuk memupuk nilai-nilai moral sekaligus persaudaraan. Itu sebabnya, Bupati Nasruddin, menekankan kegiatan pengajian tidak boleh mundur apalagi berhenti.
“Kita bersyukur masyarakat di kampung dan kecamatan minimal sekali sebulan ada pengajian rutin, ini suatu pertanda syiar Islam tidak padam, dan tidak boleh padam hingga akhir hayat,” ujar Nasruddin akrab disapa Pak Nas, Senin (12/10) sore, ketika berbicara dihadapan warga Kampung Persiapan Kute Ralik, Kecamatan Lut Tawar yang sedang mengikuti pengajian di Masjid Al-Hikmah.
Menurut Pak Nas, pengembangan pengajian dapat dilakukan dengan adanya kajian-kajian khusus terhadap suatu hukum, seperti mengenai pembagian warisan dalam Islam, dan ibadah salat maupun hal lainnya.
“Bila perlu panggil ustaz yang diyakini memahami suatu hukum atau bidang agama dengan baik untuk memberi pengajian khusus,” kata Pak Nas.
Selain itu, Pak Nas mengajak warganya untuk lebih mendalami membaca dan memahami Alquran.
“Baca Alquran, karena itu kitab suci kita, di dalamnya banyak perintah dan larangan. Kalau tidak baca berarti tidak tahu, pertama membaca dulu, baru berikutnya memahami dan mengamalkan,” demikian Pak Nas.[](Rilis)