Otoritas di Turki membatalkan parade gay di Istanbul setelah dilarang selama tiga tahun berturut-turut.
Sebelumnya, pihak berwenang menerjunkan kepolisian dalam jumlah besar di pusat kota terbesar negara itu, Istanbul, setelah gubernur setempat melarang parade Gay Pride untuk tiga tahun berturut-turut.
Polisi sempat menembakkan gas air mata dan peluru plastik untuk membubarkan massa yang berkumpul di Lapangan Taksim pada Minggu (25/6/2017). Polisi juga menahan sujumlah orang yang berusaha mengikuti acara tersebut.
Gubernur Istanbul mengatakan acara tahunan ini dilarang menyusul ancaman dari kelompok-kelompok ultranasionalis.
Namun para aktivis hak-hak gay sebelumnya menyatakan tekad akan tetap menggelar acara dan mengatakan alasan itu mengada-ada.
“Kami tidak takut, kami di sini, kami tidak akan mengubah pendirian,” demikian pernyataan panitia penyelenggara.
Dikatakan oleh para aktivis gay bahwa Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang condong berhaluan Islam, berusaha membentuk citra Turki menjadi negara yang konservatif secara sosial sesuai dengan keinginan presiden.