TERKINI
NEWS

Otak Wanita Lebih Banyak Berfungsi Dibanding Pria? Ini Penjelasannya!

WASHINGTON - Dalam studi mengenai pencitraan fungsional otak terbesar saat ini, Amen Clinics membandingkan 46.032 penelitian SPECT (single photon emission computed tomography) dari 9 klinik lainnya.…

ZAHRATIL AINIAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 467×

WASHINGTON – Dalam studi mengenai pencitraan fungsional otak terbesar saat ini, Amen Clinics membandingkan 46.032 penelitian SPECT (single photon emission computed tomography) dari 9 klinik lainnya. Hal tersebut dilakukan untuk mengukur perbedaan antara otak laki-laki dan perempuan.

“Ini adalah studi yang sangat penting untuk membantu memahami perbedaan otak berbasis gender. Perbedaan kuantitatif yang kami identifikasi antara pria dan wanita penting untuk dipahami,” ungkap penulis utama jurnal penelitian, psikiater Daniel G. Amen, MD, serta pendiri Amen Klinik. Jurnal yang ia tulis telah dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer's Disease.

Dilansir dari Sciencedaily.com, Selasa (8/8/2017), otak wanita dalam penelitian ini secara signifikan lebih aktif daripada otak pria, terutama di area korteks prefrontal yang terlibat dengan kontrol fokus dan dorongan. Sedangkan pusat visual dan pusat koordinasi lebih aktif pada otak pria dibandingkan dengan wanita.

Gambar yang diperoleh dari subjek saat istirahat atau saat melakukan berbagai tugas kognitif akan menunjukkan aliran darah yang berbeda di daerah otak tertentu. Subjek penelitian terdiri dari 119 sukarelawan sehat dan 26.683 pasien dari berbagai kondisi kejiwaan, seperti trauma otak, gangguan bipolar, gangguan emosi, dan lainnya yang berhubungan dengan emosi.

Sebanyak 128 wilayah otak dianalisis untuk subjek saat beristirahat dan saat melakukan tugas yang memerlukan konsentrasi. Memahami perbedaan ini penting karena gangguan otak memengaruhi pria dan wanita secara berbeda.

Wanita memiliki tingkat penyakit Alzheimer yang secara signifikan lebih tinggi. Depresi merupakan faktor risiko penyakit Alzheimer dan gangguan kecemasan, sementara pria memiliki tingkat ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) lebih tinggi.

“Mendefinisikan secara pasti dasar fisiologis dan struktural perbedaan gender dalam fungsi otak akan menjelaskan penyakit Alzheimer dan dapat memahami pasangan kita,” ungkap Dr. George Perry, Editor-in-Chief Journal of Alzheimer's Disease dan dekan College of Sciences di The University of Texas, San Antonio.

Penelitian ini menemukan bahwa peningkatan aliran darah korteks prefrontal pada wanita dapat menjelaskan mengapa wanita cenderung memiliki kekuatan lebih besar di bidang empati, intuisi, kolaborasi, dan pengendalian diri.

Studi ini juga menemukan peningkatan aliran darah di daerah limbik otak wanita. Ini mungkin bisa menjelaskan wanita lebih rentan terhadap rasa cemas, depresi, insomnia, dan gangguan makan.[]Sumber:okezone

ZAHRATIL AINIAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar