TERKINI
NEWS

“Orang Tua Saya Sedih Mendengar Anaknya Diskors”

Ia mengaku sangat kecewa dan sangat menyesalkan keputusan sepihak yang diambil oleh rektorat.

ADI GONDRONG Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 1 menit
SUDAH DIBACA 887×

BANDA ACEH – Keputusan rektor Unsyiah menskors 10 orang mahasiswa berbuntut panjang. Mulai dari demo yang dilakukan pada 12 Oktober lalu sampai yasinan di depan gedung rektorat Kamis malam 15 Oktober lalu.

Hal tersebut dilakukan oleh massa yang menamakan dirinya Aliasi Mahasiswa Unsyiah (AMU) sebagai bentuk kepedulian terhadap 10 orang yang diskors tersebut.

Ardiansyah selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan mengaku kecewa dan asangat sedih dengan keputusan rektor tersebut. Pasalnya, mahasiswa yang memiliki IPK di atas 3,5 itu harus mengubur keinginannya untuk cepat menyelesaikan kuliah karena sanksi skors tersebut.

“Yang paling saya sesalkan adalah ketika orang tua saya tahu bahwa saya sudah diskors. orang tua saya seding mendengar anaknya diskors oleh rektor padahal yang saya buat itu bukan pelonco tapi acara silaturahmi perkenalan anatara mahasiswa lama dengan mahasiswa baru,” ucap mahasiswa yang baru memasuki semester tiga itu.

Ia mengaku sangat kecewa dan sangat menyesalkan keputusan sepihak yang diambil oleh rektorat. Menurut Ardiansayah, rektorat seharusnya mengambil langkah lain dalam menurunkan sanksi akademik.

“Coba sesekali rektor membayangkan berada di posisi kami, ketika kami melakukan sesuatu untuk meningkatkan akreditasi seperti bakti sosial, eh malah diskors,” katanya.[] (mal)

ADI GONDRONG
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar