BANDA ACEH – Wakil Ketua DPW Partai Aceh (PA) Aceh Tamiang, Farhan Syamsuddin, menyebutkan setiap calon kepala daerah yang tidak terlibat money politics dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2017 akan lebih maksimal bekerja jika terpilih nantinya. Sosok seperti itu, menurutnya, tidak terlalu memikirkan bagaimana harus mengembalikan uang yang terpakai saat kampanye.
Farhan menilai, pasangan calon kepala daerah yang tidak mengedepankan politik uang juga akan terbebas dari tuntutan mahar partai pengusung. Pemuda ini kemudian mencontohkan salah satu kandidat seperti itu adalah Muzakir Manaf-TA Khalid.
Berbekal dukungan dari Partai Aceh yang memiliki 29 kursi dan mendapat dukungan dari Gerindra, PKS, dan PBB, Farhan optimis Mualem-TA Khalid akan mampu menjalankan pemerintahan Aceh di masa mendatang. “Karena telah terjadi keseimbangan antara legislatif dan eksekutif. Pasangan tersebut juga telah mempunyai kader dan simpatisan di level anak ranting (dusun),” katanya melalui pesan WhatsApp yang diterima portalsatu.com, Jumat, 16 Desember 2016.
Dia mengatakan pasangan Mualem-TA Khalid diketahui hingga saat ini tidak dimintai mahar oleh partai pengusung. “Tak ada mahar untuk partai, karena mahar untuk partai politik biasanya sangat memberatkan pasangan calon,” katanya.
Selain itu, tim pemenangan Mualem-TA Khalid juga mengedepankan sistem gotong royong dalam bekerja untuk Pilkada 2017 ini. Menurutnya hal ini akan menjadi kekuatan dan model yang baik untuk Aceh.
Di sisi lain, paslon nomor urut 5 ini juga mendapat bantuan biaya untuk kampanye politik dari masing-masing partai pengusung. “Ini merupakan bentuk solidaritas kader partai politik.”
Terlebih, kata dia, KPU/KIP juga telah mengucurkan dana untuk alat peraga kampanye termasuk iklan di media massa. Dengan demikian, Farhan menilai, biaya politik di Pilkada 2017 ini jauh lebih murah dengan aturan yang ditetapkan pemerintah. Apalagi seperti diketahui, salah satu komponen paling mahal dalam pesta demokrasi adalah alat peraga kampanye.
“Jadi, calon pasangan kepala daerah bersama tim pemenangan hanya tinggal mencari suara tambahan dari luar partai. Karenanya, kami optimis memenangkan H Muzakir Manaf dan TA Khalid sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022 dan pasangan calon Ir Rusman dan Ichsan sebagai Bupati Aceh Tamiang,” katanya.[]