Dalam dunia seni Aceh khususnya musik pasti tidak asing lagi ketika mendengar nama Syekh Ghazali LKB. Pria kelahiran Samalanga,17 Agustus 1963 yang akrab disapa Om Syekh ini memulai karir di dunia produser musik pada tahun 1999. Saat itu pertama kalinya dia menjadi produser penyanyi kasidah (alm) Cut Intan Ibnoe Arhas. Dia salah satu produser yang masih eksis sampai sekarang.
Ada beberapa nama besar musisi Aceh, seperti Rafly Kande, Liza Aulia, dan masih banyak musisi Aceh lainnya di bawah perusahaan rekaman Kamoe Sajan Gata atau sering didengar dengan Kasga Record.
Sebagai produser yang telah lama berkiprah, tentunya Syekh Ghazali sudah merasakan pasang surut di dunia musik Aceh. Syekh Ghazali juga telah lama dipercayakan sebagai Ketua AIRA (Asosiasi Industri Rekaman Aceh).
Dijumpai portalsatu.com, Selasa, 22 Maret 2016, Syekh Ghazali mengatakan, perkembangan musik Aceh sangat pesat, dan semakin lama kian meningkat.
Sambutan masyarakat terhadap industri musik Aceh sangat baik, dan masyarakat sangat terhibur sekarang. Banyak pemikir musik kreatif di Aceh sudah tahu langkah-langkah dan jenis musik apa yang disukai masyarakat di Aceh. Ini prestasi yang sangat bagus,” katanya Syekh Ghazali di kantor Kamoe Sajan Gata atau Kasga Record, Jalan Pocut Baren, Banda Aceh.
Tapi, kata dia, ketika muncul fenomena lagu yang berjalur remix seperti Bergek banyak sekali pro-kontra. Menurutnya, menjiplak karya orang lain merupakan pelanggaran dan ada undang-undang hak ciptanya.