TERKINI
NEWS

Nuraina, Balita Miskin Penderita Bocor Jantung Butuh Bantuan

"Memang biaya pengobatannya gratis, tapi kami tidak punya uang untuk kebutuhan sehari-hari".

MAULANA AMRI Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 925×

Nuraina, 16 bulan, menangis dalam pangkuan neneknya, Darmiah, 45 tahun. Balita kurus itu dirawat di ruang Seulanga 3, Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Lhokseumawe. Anak dari keluarga miskin asal Matang Puntong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, ini dilaporkan menderita bocor jantung.

Penderitaan Nuraina semakin lengkap lantaran ia ditinggal pergi ayah kandungnya, Safriadi, 27 tahun, sejak usianya masih sekitar lima bulan. “Sampai saat ini kami tidak tahu keberadaan ayah kandungnya, karena tidak ada kabar apapun setelah pergi dari rumah. Status dengan istrinya, Maimunah masih seperti biasa (tidak bercerai),” kata Darmiah, ditemui portalsatu.com tiba di ruang Seulanga 3, Selasa, 20 Oktober 2015.

Di ruang perawatan itu, Nuraina juga ditemani ibu kandungnya, Maimunah, 20 tahun, yang merupakan anak Darmiah. “Sejak umurnya dua bulan sudah terlihat keanehan pada tubuhnya. Kalau bayi lain tumbuh dan berkembang, tubuh Nuraina malah mengecil, kurus,” ujar Darmiah.

Melihat keanehan itu, Darmiah dan Maimunah kemudian membawa Nuraina ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM), sekitar bulan Puasa lalu. “Setelah diperiksa oleh dokter saat itu, Nuraina ternyata menderita bocor jantung,” katanya. Ia juga menunjukkan surat keterangan dokter tentang penyakit diderita cucunya itu.

Darmiah menceritakan, beberapa hari dirawat di RSUCM pada bulan Puasa lalu, Nuraina lantas dirujuk ke Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. “Memang biaya pengobatannya gratis, tapi kami tidak punya uang untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga Nuraina terpaksa dibawa pulang ke Aceh Utara meski sempat dilarang oleh pihak rumah sakit (RSUZA),” kata Darmiah.

Kala itu, kata Darmiah, pihak RSUZA berpesan agar nantinya Nuraina dibawa kembali ke Banda Aceh untuk pengobatan jantung. “Jika nanti sudah ada uang, saya akan berusaha membawa lagi Nuraina ke rumah sakit di Banda Aceh. Saat ini kami tidak memiliki apa-apa, kebutuhan hidup saja sulit,” ujarnya.

Itu sebabnya, Darmiah dan Maimunah mengaku sementara ini hanya mampu membawa kembali Nuraina menjalani perawatan di RSUCM. “Cucunya saya ini sudah 11 hari dirawat di rumah sakit ini (setelah menjalani perawatan pertama bulan Puasa lalu),” kata Darmiah.

Darmiah lagi-lagi ingin membawa pulang cucunya itu ke rumah dengan pertimbangan tidak punya uang untuk kebutuhan sehari-hari selama menemani perawatan Nuraina di RSUCM. Akan tetapi, kata dia, dokter RSUCM tidak mengizinkan Nuraina dibawa pulang kalau kondisi berat badan balita itu belum membaik.

“Saya dan keluarga sangat membutuhkan biaya untuk bisa membawa lagi Nuraina ke rumah sakit di Banda Aceh (RSUZA) sesuai permintaan pihak rumah sakit itu saat dibawa pertama, bulan Puasa lalu,” ujar Darmiah penuh harap.

Darmiah berkata, “Sayang that cuco lon, umu baro nam blah buleun kalage nyoe naseb jih. Peulom ayah jih hana haba sampoe uroe nyoe. Pakiban cara nyoe? Long hana peng, ekna ureueng bantu?”[]

MAULANA AMRI
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar