Nuraina, 16 bulan, menangis dalam pangkuan neneknya, Darmiah, 45 tahun. Balita kurus itu dirawat di ruang Seulanga 3, Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Lhokseumawe. Anak dari keluarga miskin asal Matang Puntong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, ini dilaporkan menderita bocor jantung.
Penderitaan Nuraina semakin lengkap lantaran ia ditinggal pergi ayah kandungnya, Safriadi, 27 tahun, sejak usianya masih sekitar lima bulan. Sampai saat ini kami tidak tahu keberadaan ayah kandungnya, karena tidak ada kabar apapun setelah pergi dari rumah. Status dengan istrinya, Maimunah masih seperti biasa (tidak bercerai), kata Darmiah, ditemui portalsatu.com tiba di ruang Seulanga 3, Selasa, 20 Oktober 2015.
Di ruang perawatan itu, Nuraina juga ditemani ibu kandungnya, Maimunah, 20 tahun, yang merupakan anak Darmiah. Sejak umurnya dua bulan sudah terlihat keanehan pada tubuhnya. Kalau bayi lain tumbuh dan berkembang, tubuh Nuraina malah mengecil, kurus, ujar Darmiah.
Melihat keanehan itu, Darmiah dan Maimunah kemudian membawa Nuraina ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM), sekitar bulan Puasa lalu. Setelah diperiksa oleh dokter saat itu, Nuraina ternyata menderita bocor jantung, katanya. Ia juga menunjukkan surat keterangan dokter tentang penyakit diderita cucunya itu.
Darmiah menceritakan, beberapa hari dirawat di RSUCM pada bulan Puasa lalu, Nuraina lantas dirujuk ke Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Memang biaya pengobatannya gratis, tapi kami tidak punya uang untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga Nuraina terpaksa dibawa pulang ke Aceh Utara meski sempat dilarang oleh pihak rumah sakit (RSUZA), kata Darmiah.