Tragedi tsunami Aceh 2004 ternyata bisa memberikan inspirasi seseorang untuk menulis novel. Salah satunya adalah buku berjudul 'Hafalan Salat Delisa' besutan Tere Liye yang juga sudah difilmkan. Tidak hanya sampai di situ, tragedi pilu itu ternyata mampu menggerakkan tangan Alexandra Harris, warga Amerika, untuk menulis hal yang sama dengan Tere Liye. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Dalam sebuah wawancaranya dengan VOA dalam program VOA Executive Lounge beberapa waktu lalu, Alexandra sebenarnya sudah tumbuh di Indonesia tepatnya Jakarta.
“Saya lulus dari SMA di Jakarta di JIS, SMP juga,” sebagaimana dikutip dari VOA, Jumat lalu.
Setelah itu, dia kembali ke Amerika. Baru pada 2006 dia mendarat di Aceh untuk melakukan tugasnya sebagai staf komunikasi untuk kantornya. Sebenarnya, misinya ke Aceh bukan secara khusus meneliti soal bencana.
“Di Aceh saya mewawancarai wanita dalam peran wanita dalam proses perdamaian,” tuturnya.
Akan tetapi, tragedi serta kondisi masyarakat Aceh kala itu ternyata membuat hatinya untuk menuliskan novel. Karya bertebal 238 halaman tersebut kemudian diberi judul 'the Frangipani Year'.