Pada kenyataannya acapkali terjadi kesalahan dalam proses pembentukan kata dengan awalan. Perhatikan bentukan yang bergaris pada kalimat di bawah ini!
- Dialah yang mempelopori pendirian KUD di desanya.
- Di sekolah itu dia mencoba menterapkan sistem pendidikan modern.
- Mereka nonton wayang golek.
Kalau dianalisis, kata mempelopori terbentuk dari unsur meN- + pelopor + i. Bentuk pelopor terdapat dalam kosakata bahasa Indonesia dan merupakan kata dasar.
Karena dilekati oleh meN-, berdasarkan prinsip pembentukan imbuhan, bunyi /p/ yang terletak di awal kata mengalami nasalisasi atau peluluhan. Jadi, kata bentukan yang benar bukanlah mempelopori, melainkan memelopori.
Peristiwa peluluhan juga terjadi pada kata-kata yang diawali oleh bunyi /k/, /t/, dan /s/. Kasus yang sama juga terjadi pada kalimat (2). Pada kalimat tersebut, bentuk yang benar adalah menerapkan karena kata dasar bentuk itu adalah terap yang diawali oleh bunyi /t/.
Pada kalimat (3) terdapat kata nonton. Selain kata tersebut, terdapat pula kata ditonton dan tontonan. Berdasarkan dua kata terakhir ini, pemakaian nonton pada kalimat (3) tidak benar karena bentuk dasarnya adalah tonton. Terbentuknya nonton disebabkan oleh luluhnya bunyi t oleh nasal n. Dalam hal ini terjadi peristiwa nasalisasi pada awal kata.
Bila demikian, n digolongkan ke dalam bentuk awalan bahasa Indonesia? Dalam bahasa Indonesia sampai saat belum dikenal adanya awalan n. Awalan n hanya terdapat pada beberapa bahasa daerah di Indonesia.
Dalam bahasa Sunda, misalnya, dikenal kata nampa dari kata dasar tampa; dalam bahasa Jawa kata nrimo dibentuk dari kata dasar trimo; dalam bahasa Karo kata nukur dibentuk dari kata dasar tukur; dalam bahasa Melayu Kapuas kata ninga terbetuk dari kata tiga. Jadi, adanya bentuk n dalam kata nonton disebabkan oleh adanya pengaruh dari bahasa daerah. Karena itu, bentuk yang tepat dalam bahasa Indonesia adalah menonton, bukan nonton.
Dari beberapa contoh kesalahan bentuk kata di atas, dapat disimpulkan bahwa kesalahan pembentukan kata dengan awalan terjadi dalam jenis kesalahan berikut:
- kesalahan dalam bentuk nasalisasi,
- kesalahan akibat derajat keasingan kata serapan, dan
- kesalahan akibat pengaruh bahasa daerah.