JINGDEZHEN – Seorang wanita berusia 86 tahun dari Jingdezhen, China Timur, telah menghabiskan sekitar Rp 12 miliar selama lima tahun terakhir untuk membangun sebuah istana yang seluruhnya dihias dengan keramik. Kebanyakan orang menganggap Yu Ermei tak waras karena menghabiskan banyak waktu dan uang untuk proyek istananya itu. Namun Yu mengungkapkan bahwa hidupnya tidak akan lengkap tanpa istana keramik.
Enam tahun lalu, Yu memiliki gagasan untuk membuat sebuah istana porselin yang unik. Meski sempat ditentang oleh keluarganya, Yu mencoba menjelaskan bahwa inilah mimpinya.
Jingdezhen memang dianggap sebagai pusat porselin di China, dan Yu telah tinggal disana sejak berusia 12 tahun. Wanita tersebut ingin meninggalkan sesuatu untuk menghormati kota yang telah membentuk keberadaannya. Istana tersebut bagi Yu dapat menjadi jalan kembali ke Jingdezhen dan juga penghormatannya pada keramik.
Sebagian besar hidup Yu telah dihabiskan untuk berbisnis keramik. Selain menjual porselen di seantero China dan mancanegara, Yu juga mengumpulkan keramik selama 30 tahun terakhir dalam hidupnya. Wanita berusia senja ini tak tahu apa yang harus dilakukan dengan koleksi keramik yang cukup besar itu.
Hingga akhirnya Yu melihat sebuah rumah porselin yang terkenal di Tianjin dan dibangun oleh penggemar keramik yang memiliki pemikiran sama dengannya. Yu pun langsung menemukan sebuah tujuan yang indah untuk memanfaatkan koleksinya yang lebih dari 60 ribu porselen.