DHAKA -- Pemerintah Bangladesh kembali menutup akses publik pada layanan media sosial. Kali ini giliran akses Twitter, Skype, dan imo yang diblokir di negara tersebut. …
DHAKA — Pemerintah Bangladesh kembali menutup akses publik pada layanan media sosial. Kali ini giliran akses Twitter, Skype, dan imo yang diblokir di negara tersebut.
Sebelumnya, pada November lalu, Kementerian Pos dan Telekomunikasi Bangladesh telah menutup akses publik pada layanan enam aplikasi jejaring media sosial ternama, seperti Facebook, Messengger, Line, Viber, WhatsApp dan Tango.
Pihak pemerintah mengatakan langkah ini merupakan perluasan perintah pelarangan yang dikeluarkan bulan lalu terkait layanan aplikasi berbagi pesan lainnya. Larangan pada mulanya diterapkan atas dasar keamanan setelah dua pemimpin oposisi digantung terkait kejahatan perang yang dilakukan pada tahun 1971.
Kantor berita Xinhua, Senin (14/12), melaporkan Pemerintah Bangladesh khawatir layanan seperti ini akan digunakan untuk mengerahkan pengunjuk rasa pendukung pihak oposisi. Pada bulan November, pemerintah Bangladesh mengklaim tak sengaja menutup internet selama sekitar 75 menit akibat sebuah “kekeliruan”.
Pejabat Bangladesh mengumumkan Rabu, 18 November, bahwa akses kepada aplikasi Facebook, Viber dan WhatsApp diblokir sehubungan dengan putusan Mahkamah Agung terkait penegakan hukuman mati terhadap dua orang terdakwa penjahat perang.
Namun Komisi Pengatur Telekomunikasi Bangladesh (BTRC) secara tak sengaja memotong seluruh akses kepada internet di seluruh negeri itu.[] Sumber: republika.co.id