LHOKSEUMAWE- Kementerian BUMN sedang membuat skema baru untuk menghidupkan kembali pabrik PT Kertas Kraft Aceh (KKA) di Jamuan, Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara. Persoalan utama adalah keterbatasan dana pemerintah, karena nilai invetasi yang harus dikucurkan minimal Rp1 triliun.
Kita sedang berusaha menghidupkan kembali pabrik KKA. Saat ini kita sedang mencari skema yang tepat, mudah-mudahan tahun 2017 nanti sudah ada gambaran bahwa pabrik ini akan diaktifkan kembali, ujar Khairia Asisten, Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN usai meresmikan operasional PLTMG dan PLTU 20 MW di pabrik KKA, Kamis, 24 November 2016.
Khairia menjelaskan, Kementerian BUMN sangat terbuka dengan siapa pun yang ingin berinvestasi di KKA, termasuk pihak swasta. Apalagi dengan sinergi BUMN, diharapkan KKA bisa difungsikan kembali untuk memproduksi kertas.
Peresmian PLTU dan PLTMG hari ini (kemarin, red), adalah bukti bahwa pemerintah berencana menghidupkan kembali pabrik, walau saat ini hanya sebagian pabrik yang difungsikan untuk membantu kebutuhan listrik daerah sebesar 20 MW, kata Khairia.
Sementara itu Dirut PT KKA Andriano kepada portalsatu.com menjelaskan, nilai investasi Rp1 triliun tersebut akan dipergunakan untuk meng-upgrade piranti pabrik agar lebih moderen. “Terkait bahan baku yang kita butuhkan nanti, kita akan meminta tambahan kuota gas ke Pertamina Hulu Energi,” ujarnya.
Saya yakin PHE mampu memasok gas ke kita, karena untuk menghidupakn pabrik kertas ini kuota gasnya lebih kecil dibandingkan untuk kebutuhan PT PIM atau provit lain, kata Andriano.[]
Laporan Munir