JAKARTA – Politikus Partai NasDem Bestari Barus, menilai apabila kasus penolakan kepada calon gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama dibiarkan terus akan mencederai proses pelaksanaan pesta demokrasi dalam Pilkada DKI Jakarta.
“Ada potensi cacat demokrasi di Pilgub DKI ini jika KPU dan Bawaslu tidak serius dan tidak maksimal laksanakan tugasnya,” kata Bestari kepada INILAHCOM, Jakarta, Minggu (13/11/2016).
Selain itu, apabila kasus ini tidak segera diselesaikan maka nasib pasangan Ahok-Djarot akan seperti Donald Trump yang banyak mendapat penolakan setelah terpilih nanti. Sebab, sampai saat ini pihaknya yakin pasangan Ahok-Djarot akan kembali menang di Pilkada DKI.
“Lho ini bisa kayak Donald Trump disana-sini dihujat tiba-tiba jadi. Nah ini ada framing kesengajaan yang diframing begini, ini yang dijadikan alat melawan hasil kalau kami (pasangan Ahok-Djarot) menang satu putaran,” kata dia.
Guna mencegah apa yang dikhawatirkannya, dia meminta baik Bawaslu dan KPUD cepat tanggap menangani kasus itu. Kemudian, dia juga meminta Bawaslu memeberi pendidikan atau sosialisasi ke masyarakat mengenai hak bagi para calon untuk melakukan kampanye.