TAKENGON – Masyarakat yang sehari-hari disibukkan dengan aktivitas duniawi membutuhkan keteladanan dari para ulama untuk menata kehidupan bermasyarakat yang lebih baik.

Terlebih di Provinsi Aceh yang sudah mengikrarkan diri menjadi daerah syariat Islam, bahkan sudah dilegalkan negara, penerapan syariat Islam seharusnya lebih dekat dengan tuntunan Alquran dan Sunnah Nabi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Aceh Tengah, Ir. H. Nasaruddin, M.M., saat menghadiri pengukuhan keanggotaan Majelis Permusyarawatan Ulama setempat, di Gedung UMMI Pendopo Bupati, Sabtu (21/11).

“Ulama menjadi pihak terdepan yang dicontoh dan memberi teladan, karena sikap dan ucapan ulama itu lebih didengar dan mempan untuk memperbaiki keadaan ummat,” kata Nasaruddin, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.

Menurutnya, kemajuan global di segala sektor kadang kala membuat pergeseran nilai dan norma dalam masyarakat yang hidup tidak sejalan atau bahkan bertentangan dengan ajaran Islam.

“Tentu ini menjadi tanggung jawab dua komponen, yaitu ulama dan umara untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujar Nasaruddin.[]