LHOKSEUMAWE – Sekira 123 Narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Lhokseumawe, diterapkan pengajian secara khusus. 

“Kita terapkan pengajian khusus ini untuk membentuk karakter ratusaan warga binaan tersebut agar lebih baik ke depan apalagi mereka masih belum fasih dalam membaca Alquran,” kata Elly Yuzar, Kepala Lapas kelas II A Lhokseumawe usai peresmian Taman Pengajian Alquran (TPA) untuk warga binaan di Lapas setempat Kamis, 28 Januari 2016.

Dia menambahkan, pada TPA ini tiap harinya nanti akan mendidik para napi agar lebih fasih lagi dalam membaca Alquran. Menurut Elly, 123 Napi itu belum bisa mengaji dan ini perlu kita tingkatkan lagi sehingga saat mereka nanti kembali ke lingkungan masyarakat sudah mampu membaca Alquran, baik budi dan tidak akan mengulangi perbuatannya itu. 

Elly menyebutkan, pihaknya juga terus melakukan penyuluhan hukum serta membimbing narapidana untuk tidak melawan hukum. Jika lalai dan sengaja melanggar norma hukum, maka seseorang harus berurusan dengan pihak penegak hukum. Lebih jauh lagi, Nantinya akan di masukkan ke tahanan atau lembaga pemasyarakatan (LP), yang dihuni oleh orang-orang secara formal ditetapkan sebagai terpidana, meskipun tingkat kesalahannya bervariasi.

“Pengajian ini dilakukan secara rutin setiap harinya. Bapak Walikota Lhokseumawe pun mendukung. Katanya, Nanti akan menginsentifkan 10 orang ustazh diambil dari warga binaan  juga yang telah mahir dan mampu untuk mengajarkan 123 orang napi tersebut,” tambah Elly.

Elly berharap semoga dengan diresmikan Taman Pengajian Alquran (TPA) ini, seluruh warga binaan bisa lebih mendekatkan diri dengan sang pencipta, mampu mengaji dan berbudi baik jika suatu hari nanti kembali bergabung dengan keluarga dan lingkungannya di luar.[](tyb)