TERKINI
INTERNASIONAL

Muslim Inggris Jalani Puasa Terlama dalam 35 Tahun Terakhir

LONDON -- Muslim di Eropa, khususnya di Kerajaan Inggris menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan terlama sejak 35 tahun terakhir dan di tengah musim…

VIVA Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 3 menit
SUDAH DIBACA 768×

LONDON — Muslim di Eropa, khususnya di Kerajaan Inggris menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan terlama sejak 35 tahun terakhir dan di tengah musim panas yang cukup panjang.

“Memang tidak mudah bagi masyarakat Indonesia dimana waktu siang yang panjang, sebenarnya bisa saja menjalani ibadah puasa di wilayah Eropa, seperti Inggris yang jadwal berbuka mengikuti waktu negara Islam terdekat seperti Arab Saudi,” ujar Ustaz Hilman Latief usai buka bersama yang diadakan di Wisma Nusantara, kediaman Dubes RI di London Rizal Sukma, Sabtu malam (11/6).

Puasa di negara ini dimulai saat fajar pukul 02.41 pagi, sementara matahari baru terbenam pada pukul 21.15. Kehadiran Hilman Latief, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta di Inggris difasilitasi Garuda Indonesia adalah untuk mengisi ceramah di KBRI London selama bulan suci Ramadhan dan juga di berbagai kota di Inggris.

Ceramah menjelang waktu berbuka yang diadakan di Wisma Nusantara, Sabtu malam, dihadiri sekitar 200 umat Muslim Indonesia yang datang dari berbagai kota di Inggris. Hilman Latief menyampaikan pembahasan yang bertema puasa dan ketakwaan.

“Terasa memang bedanya puasa di Indonesia dan di Inggris. Saat pukul lima sore, bila di Jakarta pukul lima waktu berbuka tinggal satu jam lagi, sementara di Inggris masih empat jam,” ujarnya.

Dia mengatakan, tidak salah apabila dalam satu riwayat disebutkan kebahagiaan seseorang yang menjalani ibadah puasa adalah pada saat waktu berbuka, saat haus boleh minum dan saat lapar boleh makan.

“Sangat natural sekali,” ujarnya menambahkan kebahagiaan orang yang menjalani ibadah puasa pada saat berbuka merupakan waktu yang ditunggu-tunggu.

Apalagi bagi yang menjalani ibadah puasa di wilayah Eropa saat musim panas dengan jarak waktu yang cukup panjang selama 19 jam lebih, bukan waktu yang normal. Meskipun banyak pertanyaan, namun belum ada fatwa yang bulat menyebutkan puasa di musim panas waktu berbuka bisa mengikuti waktu di negara Islam yang terdekat.

Diakuinya berislam itu mudah tetapi perlu perjuangan seperti yang disebutkan dalam Al Quran. Ada kesulitan di situ, namun ada kemudahan. Seperti halnya mendidik anak-anak mengenal puasa tetapi memaksakan anak untuk menjalani ibadah puasa sepenuhnya, apalagi di musim panas bukanlah hal yang mudah, maka dalam hal ini orang tua harus bersikap bijak.

Sementara konsep takwa menjadi tujuan bagi orang yang berpuasa dengan beberapa tingkatan diantaranya imsak, shaum dan berbuka. “Berpuasa tidak sekadar menahan lapar dan haus tetapi bagaimana meningkatkan keimanan,” ujarnya.

Pada sesi tanya jawab, Nizma Agustjik yang mengajukan pertanyaan mengatakan tahun ini adalah puasa terpanjang di Inggris sejak 35 tahun. “Bagaimana hukumnya bagi mereka yang tinggal di negara Skadinavia yang menjalani puasa lebih panjang dari Inggris sekitar 20 jam yang berarti waktu siang hanya empat jam,” katanya.

Hilman Latief yang menyelesaikan Phd di Belanda mengakui hal itu menjadi perhatian para ulama sedunia termasuk diantaranya Shaikh Yusuf Qardawi. Para ulama mencoba untuk mennyepakati sebuah ijma mereka dibolehkan mengikuti waktu berbuka seperti di negara Islam terdekat, misalnya Saudi. | sumber : republika

VIVA
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar