Indonesia boleh berbangga dengan keberadaan Muhammad Syifan Ahmadin, seorang diaspora Indonesia yang berprofesi sebagai profesor di bidang ilmu ekonomi di Universitas Sullivan, Lexington, negara bagian Kentucky.
Doktor Ahmadin, demikian dia biasa disapa, memegang gelar sarjana ilmu administrasi dari universitas Brawijaya di Malang dan kini dirinya mengajar mata kuliah ekonomi mikro, bisnis internasional dan ekonomi menejerial. Dirinya telah mengajar keempat mata kuliah tersebut sejak tahun 2001.
“Secara professional, saya tahu dia adalah dosen yang sangat baik. Hal in diketahui tidak hanya dari hasil evaluasi mata kuliah, tapi juga dari respon para mahasiswa, dimana kalau saya bilang bahwa Dr. Ahmadin yang akan mengajar makro-ekonomi mereka akanmerespon 'Wah, bagus. Saya ambil kelas mikro ekonomi bersama dia juga'. Jadi kami merasa bahwa Doktor Ahmaddin adalah aset untuk kampus,” jelas Juanita Carpenter, pembantu dekan di bidang akademik, Universitas Sullivan kepada VOA.
Adapun di mata mahasiswanya, Ahmadin diakui mampu membuat mata kuliah yang sulit menjadi lebih mudah dipahami. Hal ini disampaikan oleh Douglas, mahasiswa S1 jurusan menejemen rumah sakit yang mengambil kuliah bersama Ahmadin.
“Doa sangat menguasai materi, dan mampu membuat mata kuliah yang diajarnya menjadi jauh lebih mudah dipahami. Caranya menyampaikan materi kuliah juga sangat membantu,” jelas Douglas.
Ahmadin, yang sebelumnya mengajar di STIE Malang ini mengakui bahwa metode mengajar di Indonesia dan Amerika memang berbeda.