SIGLI – Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) dan Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf, mengharapkan pelaksanaan ajaran Islam di Aceh agar sesuai dengan mazhab Imam Syafii Radiallahu Anhu. Hal tersebut disampaikannya saat menghadir acara deklarasi penerapan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dan pengamalan fiqih menurut Imam Syafii, di halaman Masjid Al Falah Sigli, Pidie, Senin, 3 Oktober 2016.

“Acara pendeklarasian penerapan aqidah Ahlusunnah Wal Jamah pada pergantian tahun baru hijriah sudah sangat tepat, karena pada pergantian tahun Islam ini menjadi bagian dari seluruh ummat Islam merenungkan kembali sekaligus mengamalkan serta menjalankan pelaksanaan berbagai ajaran Islam, berdasarkan aqidah penerapan dan pengamalan fiqih menurut Imam Syafii RA,” kata Mualem–sapaan akrab Muzakir Manaf.

Dia mengatakan ketentuan agama turut menjadi landasan utama pembangunan Aceh di masa depan. Apalagi, menurutnya, Aceh merupakan salah satu bagian dari belahan dunia yang telah melaksanakan syariat Islam semenjak zaman dahulu.

“Memang pada September 2015 yang lalu kita telah menandatangi kesepakatan pelaksanaan syariat Islam Ahlussunnah Wal Jamaah menurut Imam Syafii RA di kompleks makam Tgk. Syiah Kuala, Banda Aceh,” kata Mualem yang juga Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017.

Dia mengaku atas nama pribadi dan selaku Wakil Gubernur Aceh juga sudah sangat siap untuk penerapan aqidah tersebut. Meskipun mendapat protes dari berbagai pihak, tetapi menurutnya hal itu adalah urusan Aceh. “Bukan urusan mereka,” tegas calon gubernur Aceh periode 2017-2022 ini.

Di sisi lain juga Mualem kembali menyampaikan apa saja yang telah diterima dari mendiang Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Tgk. Tjhik Di Tiro Hasan Ben Muhammad. Diantaranya adalah untuk tetap berkonsultasi dengan para alim ulama Aceh dalam menjalankan tugas perjuangan dan pelaksanaan pemerintahan disaat mendapat amanah untuk menjalankan roda pemerintahan. 

“Amanah yang harus segera kita jalankan adalah menjalankan tata pelaksanaan Islam di Aceh versi Ahlussunnah Wal Jamaah bermazhab Imam Syafii RA, maka dengan demikian djinoe ta peudjak, ta peugot dan ta peukong saban-saban (sekarang kita jalankan, kita berbuat dan kita perkuatkan bersama-sama),” kata mantan Panglima GAM itu.[]