BANDA ACEH – Belasan perwakilan partai politik di Aceh menghadiri malam silaturahmi di Meuligoe Wakil Gubernur Aceh di Banda Aceh, Sabtu, 14 November 2015 malam. Silaturahmi tersebut fokus kepada pembahasan membangun persepsi kebersamaan demi perdamaian dan kejayaan Aceh di masa depan.
Hadir dalam silaturahmi ini diantaranya Miryadi Amir dari Partai Demokrat, Zaini Djalil dari NasDem, Muntasir Hamid dari Golkar, TA Khalid dari Gerindra, Muhibbussabri PDA, politisi PPP, Darmuda dari PNA, Safruddin Budiman dari Hanura dan partai nasional lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, Muzakir Manaf selaku Ketua Umum Partai Aceh (PA) turut mengajak seluruh partai yang tergabung dalam Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) untuk turut membangun Aceh di masa mendatang. Pria yang karib disapa Mualem ini juga mengajak PNA, NasDem, PDI P dan PDA untuk turut memperjuangkan implementasi MoU Helsinki yang masih terganjal di pusat.
“Kepentingan Aceh adalah kepentingan kita semua, kemuliaan Aceh adalah kemuliaan kita semua. Jadi kon hanya mantong di Partai Aceh, yang na deuh, mohon maaf saya katakan, sang-sang MoU Helsinki nyan atra awak PA man mandum, atra ureung GAM mandum, tapi yang inti jih atra nyan adalah atra geutanyoe mandum bersama, atra kepentingan Aceh mandum bersama,” ujar Mualem.
Menurutnya hal inilah yang harus diupayakan agar poin penting yang masih belum disetujui oleh pusat bisa segera direalisasikan untuk Aceh. Mualem mencontohkan beberapa poin yang belum disepakati itu salah satunya adalah pelabuhan bebas Sabang.
“Jadi inilah yang harus diupayakan,” katanya.[]