SUBULUSSALAM – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Subulussalam menemukan adanya indikasi kesalahan penulisan dalam bacaan surat Yasin yang diterbitkan Penerbit Cahaya Mulia Surabaya.

Anggota Komisi Dakwah MPI Kota Subulussalam, Ustaz Sabaruddin, mengatakan kesalahan tersebut berawal dari penemuan anggota MPU Kecamatan Rundeng, Asmala Pinem, saat mengikuti takziah di salah satu rumah warga yang sedang ditimpa musibah. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke MPU Kota Subulussalam.

“Saat ada takziah, saya perhatikan ada beberapa kekeliruan penulisan ayat di surat yasin tersebut,” kata Ustadz Asmala sambil menunjukkan Buku Surat Yaasin Takhtim Tahlil yang dilengkapi dengan tata cara salat jenazah yang diterbitkan Penerbit Cahaya Mulia Surabaya Edisi 9 Syafar 1428 H/27 Februari 2007 karangan Ahmad Fauzi, kepada portalsatu.com, Selasa, 29 Desember 2015.

Setidaknya kata Sabaruddin, 58 buku Yasin tersebut kini berada di sekretariat MPU Subulussalam. Ia yang didampingi Wakil Ketua I MPU Ustaz Maksum dan Wakil Ketua II Mansur mengimbau jika masyarakat menemukan buku tersebut harap diserahkan ke MPU setempat dan tidak digunakan lagi.

Buku Yasin itu ditengarai sebagai bantuan dari salah seorang anggota keluarga yang belum lama ini meninggal di sana dan dipastikan masih ada yang beredar di masyarakat.

Menurut Ustaz Sabaruddin, kesalahan penulisan ditemukan pada halaman 30 ayat 46, halaman 33 ayat 53, halaman 35 ayat 56, halaman 37 ayat 62 dan halaman 46 ayat 82. “Ini yang paling fatal salahnya,” sebut Sabaruddin berharap pihak percetakan terkait mengambil sikap.[] (ihn)

Laporan Wahda di Subulussalam