SUBULUSSALAM – Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kota Subulussalam
diminta melengkapi fasilitas sekolah agar semua SMA dan kejuruan dikota Subulussalam bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer atau UNBK.
“Kami meminta Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kota Subulussalam melengkapi fasilitas UNBK untuk semua sekolah di Kota Subulussalam,” kata Kepala Sekretarian MPD Kota Subulussalam, Saiban Gafar,S.Pd
Menurut dia, fasilitas UNBK tersebut meliputi komputer serta jaringan koneksinya. Selain itu juga ketersediaan sumber listrik yang memadai di setiap sekolah yang menyelenggarakan UNBK.
Saiban Gafar,S.Pd mengatakan hasil pemantauan MPD Kota Subulussalam disimpulkan bahwa pelaksanaan UNBK berjalan sukses. Namun, tidak semua Sekolah Menengah Atas di Kota Subulussalam yang melaksanakan UNBK.
“Kami berharap sekolah yang melaksanakan UNBK di tahun depan lebih banyak lagi. Kalau bisa, semua sekolah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer,” kata Saiban Gafar.
Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussam, kata Saiban Gafar, mendukung sepenuhnya semua sekolah yang melaksanakan UNBK. Apalagi melihat hasil pemantauan, peserta ujian begitu semangat mengikuti UNBK.
“Ini merupakan sesuatu yang positif. Karena itu, kami meminta pemerintah kota Subulussalam melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) melengkapi fasilitas sekolah agar bisa melaksanakan UNBK di tahun-tahun berikutnya,” kata dia.
Terkait pelaksanaan ujian nasional, baik berbasis komputer maupun konvensional, Saiban Gafar mengharapkan hasilnya memuaskan. Hasil ujian ini menjadi indikator keberhasilan pendidikan Kota Subulussalam.
Sebagaimana pelaksanaan UN tahun 2016 ini, baru SMKN 1 Simpang Kiri melaksanakan ujian sistem UNBK,sekolah lainnya masih menggunakan sistem ujian biasa.
Lebih lanjut, kata dia, dari 21 sekolah tingkat SMA sederajat baik yang negeri maupun swasta di Kota Subulussalam yang mengikuti UN. Hanya SMKN 1 Simpang Kiri menerapkan sistem UNBK.
“Ini sangat kita sayangkan seharusnya setiap sekolah sudah ada lab komputer masing-masing sekolah agar siswa setiap sekolah bisa belajar dan praktek langsung,” ujar Saiban.
Ia meminta kepada Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kota Subulussalam agar mengakolasikan anggaran pembelian komputer setiap sekolah.[](tyb)
Laporan: Wahda Sahira, Subulussalam