Pencipta salah satu merk mobil listrik paling laris di dunia memprediksi semua kendaraan di masa depan akan dapat mengemudi secara otonom, tanpa campur tangan manusia. Pada saat itu terjadi, kendaraan yang tidak bisa menyetir sendiri justru akan dianggap aneh.
Menurut Elon Musk, pencipta sekaligus pemilik Tesla Motors, tidak lama lagi semua mobil akan bertenaga listrik dan otonom sehingga ketika ada manusia yang menyetir, itu karena hobi dan bukan keharusan.
Musk mencontohkan Tesla Model S, mobil sport yang bisa diperoleh seharga £56.000-£85.000 (Rp1,12 miliar-Rp1,71 miliar) -tergantung kapasitas baterai.
Dalam beberapa bulan terakhir, mobil tersebut telah dilengkapi fitur mengemudi otonom yang memungkinkan mobil melaju tetap pada jalurnya, menyesuaikan kecepatan saat ada mobil lain yang menyalip, dan mengubah jalur tanpa campur tangan pengemudi.
Pekan lalu, Tesla Model S ditambahi fitur yang memungkinkan pemiliknya menyuruh mobil tersebut datang menghampiri.
Dengan versi terbaru, mobil akan datang dan mencari Anda jika Anda berada di kawasan pribadi, ujar Musk saat ditemui di studio perancangan Tesla, dekat Los Angeles.
Hal itu, lanjut Musk, hanyalah langkah awal. Pada akhirnya Anda akan bisa memanggil mobil dari New York, padahal Anda tinggal di Los Angeles. Mobil itu akan menyetir sendiri melintasi jalanan, mengisi baterai sendiri di beberapa lokasi berbeda dan datang kepada Anda.
Kedengaranya teknologi seperti itu berada jauh di masa depan. Namun, Musk menekankan, hal semacam itu bisa terwujud dalam dua tahun.
Alasan sentimental
Pada perhelatan Consumer Electronics Show di Las Vegas, pekan lalu, dan Detroit Motor Show, pekan ini, sejumlah pembuat mobil memamerkan inovasi mereka di bidang mobil listrik dan kemudi otonom.
Musk menyebut tenaga listrik dan kemudi otonom memang merupakan dua inovasi terbesar di ranah otomotif.