Sejak beberapa tahun saya bertanya-tanya, apa manfaat Bank Aceh–dulu namanya Bank Pembangunan (BPD) Aceh–untuk rakyat? Saya tidak menemukannya. Disebutkan bahwa setiap tahun ada anggaran trilyunan Rupiah dari APBA untuk bank plat merah tersebut?
Apa manfaat Bank Aceh dalam mengatasi jumlah pengangguran dan kemiskinan? Sampai hari ini saya belum menemukan satu beritapun tentang itu. Tidak ada kabar tentang Bank Aceh mengucurkan kredit lunak untuk para petani dan nelayan atau pun pedagang kecil supaya usaha mereka berkembang.
Pinjaman dari Bank Aceh yang sudah pernah diberikan ke kalangan mana saja, berapa suku bunganya? Apakah kaum kelas ekonomi rendah terbantu dengan kehadiran Bank Aceh?
Para bankir, sepertinya harus menjelaskan keadaan ini. Tentang ada sebuah bank yang didirikan dan dijalankan dengan uang pemerintah, dan ada kantor cabangnya di hampir seluruh kota, namun angka kemiskinan di wilayah itu terus bertambah setiap tahunnya.
Isu baru-baru ini, sistem Bank Aceh akan dialihkan ke syariah pun tidak terdengar ke arah pembangunan ekonomi rakyat. Tidak ada itu. Kalau memang Bank Aceh dibangun dan didirikan dengan uang rakyat, apa untungnya untuk rakyat?
Atau jika tidak langsung ke rakyat, apakah pemerintah Aceh ada masukan dari (income) laba Bank Aceh setiap tahun, ataukah merugi terus sehingga setiap tahun harus disubsidi? Kalau terus disubsidi, mengapa pemerintah merugikan diri untuk bank ini? Siapa yang mengambil keuntungan darinya?
Sementara Bank Aceh memasang suku bunga yang tinggi untuk peminjam, yakni 12 koma sekian persen. Sedangkan bank plat merah nasional seperti BNI memasang suku bunga kredit sekira 10 %, dan BRI memasang suku bunga pinjaman 9 %.
Di negeri luar, ada Grameen Bank di Bangladesh yang memasang suku bunga pinjaman 5 %, di Malaysia rata-rata 6 % suku bunga untuk pinjaman, dan di Turki standar suku bunga pinjaman dipasang sekira 7 %. Bandingkan ini dengan Bank Aceh yang memasang suku bunga pinjaman sebesar 12 koma sekian persen. Apakah Bank Aceh menjalankan ketentuan dari BI untuk membantu rakyat dengan keberadaannya?
Ada satu peristiwa yang misterius dan aneh, kebakaran yang menghanguskan kantor induknya tahun lalu, data-data hangus, tanpa sempat diatasi pemadam, dan kabar tentangnya hilang tanpa kepastian. Bagaimana data-data aliran uang masuk dan keluar Bank Aceh sejak didirikan, siapa yang tahu? Sebuah bank sebesar Bank Aceh, mungkinkah terbakar begitu saja di jantung kota, di antara kantor besar lainnya?
Sejak beberapa tahun lalu sampai kini saya masih punya pertanyaan besar tentang Bank Aceh. Itu adalah uang dalam jumlah banyak, trilyunan Rupiah. Apa gunanya Bank Aceh dalam mengatasi pengangguran dan kemiskinan sehingga lapangan usaha dan kerja yang sudah ada terbantu dan yang belum ada tercipta lalu hidup rakyat makmur?[]
Thayeb Loh Angen
