Pada saat menyusuri bagian selasar Masjid Agung Shah Jahan, terlihat pilar-pilar besar yang menopang masjid ini hingga memberikannya kesan kokoh. Namun, saat berada di bagian ini, pandangan justru dibuatnya tersedot untuk melihat permainan warna merah, putih, dan biru yang menghiasi bagian langit-langitnya.
Tampilan tersebut terlihat menjadi lebih memikat ketika tepat di bawah kubah-kubah berukuran kecil yang ada di bagian selasar masjid tersebut. Umumnya, pada bagian ini dihiasi dengan garis merah dan putih yang membentuk lingkaran menyesuaikan dengan pola bentuk kubah, yakni semakin ke bagian atas lingkaran tersebut menjadi lebih mengecil.
Lantas, ketika memasuki ke bagian dalam, terlihat pula adanya ciri dari gaya arsitektur Persia. Ini ditandai dengan hadirnya keramik atau marmer bermotif berwarna biru. Dalam sejumlah catatan, disebutkan bahwa arsitektur Mughal ini sesungguhnya merupakan bentuk pengayaan dari gaya arsitektur Persia. Masjid ini memperlihatkannya lewat paduan gaya arsitektur Persia dengan gaya lokal.
Setelah berada di dalam masjid, tak salah pula jika perhatian mata akan langsung mendongakkan kepala ke bagian atas masjid. Terutama, untuk melihat bagian bawah kubah masjid. Di bagian ini tersaji ornamen seni yang dibuat secara detail.