JAKARTA – Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memenuhi undangan Halal bi Halal 1438 H Ikatan Keluarga Besar Banyuwangi (Ikawangi) di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (16/7). Di sini Menpar menyampaikan 3 Key Success Factor dalam pengembangan pariwisata Indonesia dan Dunia.
Menpar Arief Yahya menyebut, hanya 2 negara di ASEAN dalam periode 5 bulan pertama tahun 2017 ini yang masuk dalam Top-20 negara yang pertumbuhan pariwisatanya dahsyat, salah satunya adalah Indonesia.
“Hal ini tentunya tidak terlepas dari semangat gotong royong atau Indonesia Incorporated dalam Pemerintahan Kabinet Kerja dan juga pemimpin daerah. Semua itu bisa terjadi karena faktor 3 A (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas) yang terintegrasi dengan baik di era sekarang ini. Dan hal ini juga terjadi di Banyuwangi,” kata Menpar Arief Yahya dalam sambutannya.
Hal ini disebutkan Menpar juga bahwa hal yang sama dimana Bupati Banyuwangi Azwar Anas sangat concern pada pariwisata dan hasilnya sudah tampak saat ini, dimana Banyuwangi sebagai Kota Festival terbaik dengan 72 Festival sepanjang tahun 2017 ini. “Banyuwangi beruntung punya Bupati keren kayak Pak Anas. Pak Anas pemain kelas nasioanal. Untuk tahun 2017, Banyuwangi menggelar sebanyak 72 festival, dan ini luar biasa karena secara kuantitas dan kualitas selalu mengalami peningkatan tiap tahun. Jadi Banyuwangi layak dinobatkan sebagai the best festival city dan di nomor dua adalah Solo yang tahun ini menggelar 57 event selama setahun,” jelasnya.
Arief mengatakan, dengan adanya Banyuwangi Festival, Kabupaten Banyuwangi mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dengan perputaran uang mencapai Rp 1,5 triliun selama setahun. “Kita pakai hitungan kasar saja, jika kunjungan wisatawan asing yang mencapai 80.000 dan menghabiskan uang rata-rata 500 dollar AS per hari dan wisatawan nusantara yang jumlahnya sekitar Rp 3,2 juta dan menghabiskan sekitar Rp 850.000 sampai Rp 1 juta per hari, maka ada perputaran uang sekitar Rp 1,5 triliun di Banyuwangi,” jelas Arief.