BANDA ACEH – Imam Masjid Abdullah Azzam Gaza, Syeikh Mahmoud Kamal Alkhor Al Hafidz, dari Palestina menyampaikan harapannya, bahwa kesucian Masjid Al-Aqsha wajib dijaga oleh setiap muslim di dunia, termasuk di Aceh.
Tugas menjaga menjaga Masjid Al-Aqsha bukan hanya diemban oleh muslim di Gaza saja, tapi juga seharusnya oleh setiap muslim di dunia, ujar Syeikh Mahmoud Kamal Alkhor saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak Jeulingke, Rabu (16/11) malam.
Pengajian yang dimoderatori Kolektor Manuskrip Kuno Aceh, Tarmizi A. Hamid ini dihadiri puluhan jamaah rutin dari berbagai kalangan. Selain itu, turut hadir Wakil Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Syamsul Rijal M.Ag dan Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry, Dr. M. Yasir Yusuf MA.
Syeikh Mahmoud memaparkan kondisi yang dihadapi bangsa Palestina saat ini, khususnya dalam upaya mempertahankan kesucian Baitul Maqdis (Mesjid Al-Aqsha) yang merupakan tempat kiblat pertama dan sekaligus tempat suci umat Islam.
Ia menyayangkan jika saat ini banyak muslim yang tidak paham posisi Baitul Maqdis bagi umat Islam, baik para remaja maupun orang tua. Padahal, dulu para pejuang Islam mempersembahkan segala-galanya demi menjaga kesucian Baitul Maqdis.
Salahuddin Al-Aiyubi dulu berjuang sekuat tenaga sehingga berhasil membebaskan Masjid Al-Aqsha dari tangan musuh-musuh Islam. Namun hari ini masjid ini telah berkali-kali mengalami perusakan oleh zionis Yahudi Israel, ungkap Syeikh Mahmoud yang juga pengajar di Darul Quran Karim Gaza Palestina.
Ia menambahkan, untuk membela Masjid Al-Aqsha, juga merupakan kewajiban bagi para wartawan, para penulis dan sebagainya. Mereka harus menulis persoalan Baitul Maqdis sehingga semua umat Islam paham, tidak boleh menutup-nutupi persoalan masjid ini, sampai kemudian muslim seluruh dunia bisa mengunjungi Baitul Maqdis kapan saja.
Syeikh Mahmoud menceritakan, Israel hari ini sedang berupaya menggali terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha sehingga bisa runtuh tiba-tiba. Selain itu, saat ini tanah-tanah yang tersisa di Gaza sudah sangat terisolir, tiap hari diserang Yahudi.