Salah satu kelebihan Ramadan adalah adanya lailatul qadar. Mengenai tanda malam tersebut ada sebagian pendapat yang mengatakan bahwa salah satu ciri datangnya lailatul qadar adalah melihat segala sesuatu yang ada di bumi ini tertunduk dan sujud ke hadirat-Nya.
Sebagian lain mengatakan pada malam itu dunia terang benderang, kita dapat melihat cahaya di mana-mana sampai ke tempat-tempat yang biasanya gelap. Ada juga yang mengatakan orang yang mendapatkan lailatul qadar dapat mendengar salam dan khutbahnya malaikat, bahkan ada yang mengatakan bahwa salah satu ciri tersebut adalah dikabulkannya do'a orang yang telah diberikannya taufik.
Sangat banyak argumen yang semisal dengan pembahasan tersebut, tetapi marilah kita simak ungkapan hadist nabi seputar tanda lailatul qadar. Di antaranya disebutkan dalam sebuah hadist dengan bunyinya: Sesungguhnya matahari yang keluar pada hari itu tidak begitu bercahaya (suram). (HR. Muslim).
Pernyataan yang mendukung juga dipaparkan dalam hadist lainnya dengan bunyinya: Sesungguhnya tanda-tanda lailatul qadar, bahawa malamnya bersih suci seolah-olah padanya bulan yang bersinar, tenang sunyi, tidak sejuk padanya dan tidak panas, tiada ruang bagi bintang untuk timbul sehingga subuh, dan sesungguhnya tanda-tandanya matahari pada paginya terbit sama tiada baginya cahaya seperti bulan malam purnama tidak membenarkan untuk syaitan keluar bersamanya pada hari itu. (HR. Imam Ahmad )
Sementara itu dalam Mujam At-Tabarani Al-Kabir daripada Waailah bin Al-Asqa daripada Rasulullah S.A.W telah bersabda yang artinya : Malam lailatul qadar bersih, tidak sejuk, tidak panas, tidak berawan padanya, tidak hujan, tidak ada angin, tidak bersinar bintang dan daripada alamat siangnya terbit matahari dan tiada cahaya padanya(suram).