BANDA ACEH – Gempa mengguncang hebat, Rabu, 26 April 2017 sekitar pukul 10.00 WIB. Warga yang sedang beraktivitas menghentikan rutinitasnya. Para guru dan siswa juga sama. Mereka keluar dari gedung-gedung untuk menyelamatkan diri.
Tak lama kemudian, suara sirine berbunyi pertanda gempa berpotensi tsunami. Suara kepanikan warga terdengar riuh menyesakkan dada. Warga yang sedari tadi berhamburan di luar gedung kemudian mengevakuasi dirinya ke tempat yang lebih tinggi, salah satunya di Gedung Museum Tsunami Banda Aceh. Sementara informasi yang diterima menyebutkan gempa tadi berkekuatan 8,5 Skala Richter.
Ratusan siswa dan guru di sekitar lapangan Blangpadang Banda Aceh terlihat bergegas menuju museum yang dirancang Ridwan Kamil tersebut. Gedung yang terletak di pusat kota Banda Aceh ini memang didesain untuk perlindungan warga andai tsunami terjadi. Museum ini dibangun dengan struktur empat lantai dan memiliki luas 2.500 m?2;.
Sejauh amatan wartawan, para siswa ini dengan tertib mengikuti instruksi guru mereka menuju tempat evakuasi tersebut.
Demikian simulasi evakuasi mandiri kesiapsiagaan bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh pagi tadi. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN).