Mengapa ekskombatan GAM tidak ada yang menuliskan sejarah perjuangannya?
Sementara Hasan Tiro, sebagai orang yang paling utama dalam gerakan yang dijalankan mereka adalah seorang sastrawan. Ia menulis apa saja yang dilakukannya yang diperkirakan terhubung dengan perjuangan.
Mungkinkah para pejuang tersebut tidak terlalu tertarik dengan ilmu pengetahuan? Ini akan berbahaya terhadap masa depan ideologi-jika masih ada-, generasi masa depan tidak akan tahu apa yang pernah terjadi selain yang ditulis oleh media dan orang yang tidak menyukai perjuangan ini.
Saya pernah mengusulkan itu pada seorang ekskombatan yang berpengaruh, tapi ia menolak dengan alasan banyak rahasia yang terbongkar kalau itu ditulis. Menurutku, itu jawaban yang bodoh.
Beberapa tahun lalu, ada seorang ekskombatan mengaku menulis catatan hariannya di markas tapi belum mempublikasikannya.
Dalam beberapa bulan terakhir saya melihat di media siber mediaaceh.co disiarkan cerbung berjudul “Sang Kombatan”.
Saya pernah membaca beberapa baris, sepertinya penulis cerita tersebut punya narasumber yang merupakan ekskombstan yang pernah bertempur, atau setidaknya orang itu sering di markas yang dari sana beberapa pertempuran dirancang.