JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung keinginan sivitas akademika STAIN Gajah Putih Takengon untuk bertransformasi menjadi IAIN Gajah Putih. Dukungan ini disampaikan Menag saat menerima Ketua STAIN Zukarnain beserta jajarannya yang didamping Bupati Aceh Tengah H. Nasaruddin di ruang kerja Menag pada Selasa, 7 Juni 2016.
Untuk menjadi IAIN, ujar Menag, setidaknya ada dua hal yang harus dipersiapkan. Pertama, akreditasi dari 12 prodi yang ada. Kedua, terkait dengan kepangkatan dosen yang mengharuskan ada Doktor dan Profesor.
Kami mendorong sepenuhnya perubahan STAIN menjadi IAIN, mudah-mudahan bisa terealisasi, terimakasih atas dukungan Pemda dan tokoh masyarakat, kata Menag Lukman Hakim Saifuddin, sebagaimana dikutip portalsatu.com di situe kemenag.go.id, Rabu, 8 Juni 2016.
Bagi Menag, perubahan STAIN Gajah Putih menjadi IAIN nantinya akan menjadi sejarah tersendiri, dan menjadi sesuatu hal yang sangat berarti bagi Kemenag atas dukungan Pemerintah Daerah setempat. Sebab, seringkali menjadi persoalan bagi PTKN ketika status tanah dan bangunan berbeda.
Sering menjadi temuan, Kementerian Agama membangun gedung di atas lahan yang belum sepenuhnya milik Kemenag, ujar Menag.
Selaku Menteri Agama, saya sampaikan terimakasih dan apresisiasi kepada Pemda Kabupaten Aceh Tengah terkait penghibahan (aset/lahan pemda) ini bagi kepentingan STAIN Gajah Putih, ucap Menag.
Dikatakan menag, saat ini sudah ada 55 PTKN di bawah Kemenag, sebagian dalam status STAIN, IAIN dan yang lain adalah UIN. Kemenag mempunyai program pengembangan PTKN, bahwa seluruh STAIN dalam proses untuk menjadi IAIN, IAIN menjadi UIN.