LHOKSEUMAWE – Menteri Agama Republik Indonesia (RI), Lukman Hakim Saifuddin, mengaku hingga saat ini belum mendapatkan informasi pengurangan jumlah kuota haji bagi Indonesia, khususnya untuk Aceh.

Hal ini dijawab Menteri Agama terkait isu yang sedang berkembang di Aceh, akibat pengibaran bendera bintang bulan yang dilakukan oleh Panglima KPA Wilayah Pasee, Tgk Zulkarnaini Hamzah, dan Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya di Mekah beberapa waktu lalu.

“Saya rasa hingga saat ini pihak kementerian belum mendapatkan informasi demikian. Saya rasa hal tersebut merupakan isu tidak benar,” kata Menteri Lukman saat kunjugan kerja ke Aceh Utara dan Lhokseumawe, Selasa, 29 Maret 2016 kepada para wartawan.

Menteri Lukman mengatakan hingga saat ini, pihaknya malah terus mencari solusi agar Arab Saudi menambah kouta haji untuk Indonesia. 

“Saya minta dukungan penuh bagi semua elemen agar upaya pemerintah ini dapat terwujud terkait penambahan jumlah haji di tahun mendatang,” kata Menteri Lukman.

“Kuota Aceh pastinya tergantung pada kuota Nasional juga. Tahun lalu, jumlah kuota nasional dibagi atas regular dan khusus. Pada tahun lalu, semuanya sekitar 168.880, kuotanya dibagi menjadi reguler sekitar 155. 200 kuota dan khusus berkisar 13. 600 kuota,” ujar Lukman Hakil Saifuddin.

Dia juga membantah adanya dampak pengibaran bendera Bintang Bulan di Arab Saudi oleh jamaah umrah dengan pembagian kuota jamaah haji.

“Saya pastikan itu enggak benar. Arab Saudi itu telah memberikan kuota kepada masing-masing negara, dan tidak terkecuali juga untuk Indonesia. Kita juga di Indonesia pastinya akan membagi jatah ke setiap daerah. Jadi, tidak mungkin Saudi yang menentukan berapa kuota bagi tiap-tiap provinsi di Aceh,” ujarnya.[](bna)