Oleh: Zulkifli Abdul Ghani Said
ARTI hidup dalam Islam adalah ibadah. Hakikat keberadaan manusia di dunia ini semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja mencakup banyak hal, bukan hanya berarti menunaikan salat, puasa, zakat dan haji saja. Tetapi ibadah yang melingkupi seluruh aspek kehidupan kita.
Hal ini sesuai dengan firman Allah QS Adz Dzaariyaat: 56 yang berbunyi: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156 yang bunyinya:
dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun.
QS Adh Dhuha [93]:4, dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).
Seungguhnya, apa yang ada dalam Alquran, tidak diragukan kebenarannya. Di dalam Alquran banyak ayat yang secara tegas melarang umat Islam memilih pemimpin kafir, salah satunya di dalam surat Ali Imran ayat 28 yang berbunyi:
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).
Muslim yang ikut menjadi pendukung pemimpin yang non Islam adalah termasuk bentuk pengkhianatan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW serta kepada seluruh umat Islam Indonesia khusus nya. Menjadikan orang kafir sebagai pemimpin bagi umat Islam berarti menentang AllAh SWT dan Rasulullah SAW.
Berikut ini adalah sejumlah Dalil Qurani beserta Terjemah Quran Surat (TQS) yang menjadi dasar untuk bersikap dalam memilih pemimpin :
Alquran Melarang Menjadikan Orang Kafir sebagai Pemimpin
Ali Imraan : 28.
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin/pelindung dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).
An-Nisaa : 144.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin/pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?
Al-Maa-idah : 57.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.
Alquran Melarang Menjadikan Orang Kafir sebagai Pemimpin Walau Kerabat Sendiri
At-Taubah : 23.
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi wali (pemimpin / pelindung) jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan, dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Al-Mujaadilah : 22.
Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada- Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.
Alquran Melarang Menjadikan Orang Kafir sebagai Teman Setia
Ali Imraan : 118.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
At-Taubah : 16.
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman? Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Alquran Melarang Saling Tolong dengan Kafir yang akan Merugikan Umat Islam
Al-Qashash : 86.