Membawahi dan membawahkan sering digunakan dalam pertuturan sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan. Kedua kata itu sering digunakan secara bergantian dalam sebuah kalimat yang sama.
Secara kebahasaan, kedua kata berimbuhan itu tak dapat dipertukarkan pemakaiannya dalam kalimat. Ini karena maknanya berbeda. Dengan kata lain, kata yang dilekati imbuhan me-i dan me-kan memiliki arti yang berbeda.
Kata bentukan membawahi sejajar dengan mengatasi. Masing-masing terdiri dari meng- + bawah + i dan meng- + atas + i. Kata bawah sekategori dengan kata atas, yaitu sebagai nomina.
Karena kelas katanya sama-sama nomina dan imbuhan yang melekat pun sama-sama meng-….-i, arti yang dikandung oleh imbuhan itu haruslah sama. Jika kata mengatasi dalam kalimat Kita harus dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi berarti ada di atas, (kita ada di atas kesulitan), kata membawahi pun harus diartikan ada di bawah.
Berdasarkan uraian itu, kalimat Seorang direktur jenderal membawahi lima orang dokter, jelas tidak tepat karena seakan-akan kedudukan seorang direktur jenderal ada di bawah lima orang direktur tersebut. Padahal, kedudukan direktur jenderal di atas direktur.
Karena membawahi berarti ada di bawah, yang membawahi adalah lima orang direktur sehingga kalimat yang benar adalah Lima orang direktur membawahi seorang direktur jenderal.
Lantas, bagaimana dengan membawahkan? Kata bentukan ini sejajar dengan mengataskan. Artinya adalah ada di atas.