LHOKSUKON – Melambungnya harga telur dan ayam kampung selama bulan maulid tidak memengaruhi minat pembeli di Kabupaten Aceh Utara. Saat ini harga telur mencapai Rp 42ribu per papan atau 30 butir, sedangkan harga ayam kampung mencapai Rp 50ribu per kilogram.

Ibrahim, 39 tahun, pedagang telur di Pasar Kota Pantonlabu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, kepada portalsatu.com, Sabtu 2 Januari 2016 menyebutkan, harga telur mulai naik sejak dua pekan terakhir. Namun kondisi itu tidak menyurutkan minat pembeli, mengingat saat ini merupakan bulan maulid.

“Meski harganya mahal, pembeli telur tidak pernah sepi. Sejauh ini pasokan telur dari Medan, Sumatera Utara masih mencukupi. Hanya saja kami kesulitan menentukan harga jual jika ada yang membeli eceran. Sejauh ini telur per butir kami jual Rp 1.500. Namun jika sudah sampai di warung pengecer, harganya bisa mencapai Rp 5ribu per tiga butir,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi pasar Kota Lhoksukon. Harga telur mencapai Rp 42ribu per papan. Sedangkan harga ayam kampung Rp 48ribu per kilogram, itu pun susah didapat karena pasokan minim.

“Melonjaknya harga ayam saat bulan maulid bukanlah hal baru. Itu memang selalu terjadi setiap tahunnya. Ayam kampung langka karena minim pasokan, mengingat banyak ayam mati terkena penyakit di bulan maulid,” kata Fajri, 30 tahun, pedagang ayam di pasar Kota Lhoksukon.

Ia menyebutkan, saat ini harga ayam kampung Rp 48ribu per kilogram, ayam buras Rp 25ribu per kilogram, bahkan untuk harga satu ekor bebek jantan bisa mencapai Rp 120ribu.

“Naiknya harga ayam dan bebek tetap tidak mempengaruhi minat pembeli, bahkan kami kehabisan stok ayam kampung dan bebek. Hal itu terjadi karena tingginya permintaan konsumen. Ditambah lagi ayam kampung dan bebek merupakan salah satu menu andalan dalam hidangan nasi maulid,” jelas Fajri.[]