IDI RAYEK – Dusun Neubok Bunta, Desa Teupin Breuh, Kecamatan Simpang Ulim merupakan salah satu wilayah terisolir di pedalaman Kabupaten Aceh Timur.

Dusun itu terletak sekitar 12 Km dari jalan lintas nasional jika dilalui lewat Desa Lhokseuntang, Kecamatan Julok. Alur sungai yang bermuara ke sungai Arakundo, menjadi pemisah antara desa Lhoksentang dan Dusun Neubok Bunta.

“Dusun itu dihuni oleh 60 KK,” kata Kepala Desa Teupin Breuh, M. Yusuf, Senin, 26 Juni 2017.

Kehidupan masyarakat di sana juga cukup memprihatinkan. Rumah tempat mereka tinggal terbilang tak layak huni. Tidak semua rumah warga di sana diterangi listrik. Begitupun tiang-tiang listrik di sana juga tidak ditemukan. Bagi warga yang hendak menggunakan penerangan listrik, diharuskan untuk menarik arus dari desa tetangga dari Lhoksentang. Akses telekomunikasi di Dusun Neubok Bunta juga terganggu.

Ada tiga jembatan penghubung Dusun Neubok Bunta dan Desa Lhoksentang. Satu jembatan dibangun secara permanen dengan konstruksi beton, dan satu jembatan lagi berkonstruksi bambu yang dibangun secara gotong royong oleh masyarakat. Sedangkan jembatan tepat di pesantren Darul Muta'alimin dusun setempat, nyaris ambruk.

Sementara penghubung Dusun Neubok Bunta dengan Desa Induk Teupin Breuh juga harus dilalui jalur sungai aliran Krueng Arakundo. Alat transportasi andalan warga di sana adalah sampan dengan jarak tempuh 10 menit.

Ketek yang dibangun beberapa tahun silam sebagai penghubung antar dusun dan desa induk itu juga terlihat sudah dibawa derasnya arus sungai.[]