SURABAYA – Kabupaten Trenggalek Jawa Timur yang terletak di bagian selatan pulau Jawa terkenal akan potensi wisata pantainya. Salah satunya adalah taman Kili Kili yang berada di kecamatan panggul kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Di tempat ini terdapat konservasi hewan dilindungi yakni penyu.
Dengan adanya pantai taman Kili Kili ini, sejumlah peneliti dari berbagai universitas tertarik dengan keberadaan penyu yang sering bertelur.
Kondisi suhu cuaca panas yang terjadi di sepanjang pantai selatan akibat pemanasan global tahun ini, berdampak pada populasi pertumbuhan telur penyu di pantai taman Kili Kili Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek Jawa timur.
Guna merekayasa jenis kelamin tukik di kawasan penangkaran penyu ini, terdapat sebuah alat yakni inkubator penetas telur penyu otomatis yang dinamakan Maticgator.
Alat ciptaan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang ini mampu merekayasa jenis kelamin tukik yang ingin ditetaskan..
Salah satu penemu alat penetas telur penyu otomatis Paundra Noorbaskoro menjelaskan awal mula ide temuan ini kepadakompas.com.
Berawal masalah kondisi di lapangan, dimana menghadapi fenomena pemanasan global saat ini, kebanyakan suhu permukaan pantai meningkat, yang dipengaruhi pula suhu permukaan pasir juga meningkat. Berdasarkan berbagai data dan riset yang kita lakukan, apabila suhu 32 derajat ke atas kelahiran penyu cenderung betina. Untuk jantan dibutuhkan 27 hingga 29 derajat. Dari situlah akhirnya kami berupaya menciptakan alat maticgator ini,” ucap Paundra.
Alat penetas telur penyu ini sangat berguna di pantai taman Kili Kili. Dengan kondisi cuaca panas akibat pemanasan global, penetasan secara alami hanya menghasilkan penyu jenis kelamin betina. Padahal, penyu jantan sangat dibutuhkan, karena penyu betina membutuhkan enam penyu jantan untuk pembuahan.
Adapun cara kerja maticgator ini pertama-tama memindahkan telur dari pantai ke wadah kotak kayu, kemudian dimasukkan ke dalam alat penetas telur.