TERKINI
NEWS

Mau Jadi Kepala SMP di Daerah Ini Harus Bisa Baca Alquran

Dua ratusan peserta calon kepala sekolah untuk 151 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Cianjur, Jawa Barat, diwajibkan bisa membaca Alquran. Mahir membaca Alquran sebagai salah…

MUDIN PASE Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 546×

Dua ratusan peserta calon kepala sekolah untuk 151 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Cianjur, Jawa Barat, diwajibkan bisa membaca Alquran. Mahir membaca Alquran sebagai salah satu syarat utama dalam tes calon kepala sekolah tersebut.

“Sebelumnya 207 calon kepala sekolah itu mengikuti tes tulis dan wawancara. Selanjutnya mengikuti tes membaca Alquran. Kalau tidak bisa mengaji, mereka akan dicoret dan diganti dengan peserta tes lain,” kata Ketua Panitia Seleksi Kepala SD dan SMP, Aban Sobandi, di Cianjur. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (24/3).

Dia menuturkan, dari 211 yang menyerahkan berkas-berkas hanya 207 peserta yang lolos, 122 yang berasal dari kepala sekolah dan 86 peserta dari kalangan guru. Proses tes tertulis dan wawancara akan berlangsung dari 22 sampai 27 Maret, setelah didapatkan nama yang lolos, langsung diumumkan. Sehingga bulan April, peserta selesai mengikuti tes dan dilantik.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan, setelah melalui sejumlah tes, calon kepala sekolah akan menghadapi tes membaca Al Quran, di mana penguji terdiri dari tokoh agama di Cianjur.

“Tes tersebut diwajibkan untuk calon yang beragama Islam, kalau tidak bisa mengaji sanksinya dicoret, digantikan calon lain. Hal tersebut kita lakukan karena Cianjur tidak hanya pintar, tapi juga agamis,” kata Herman.

Dia menegaskan, dalam seleksi calon kepala SMP itu, tidak ada sistem titip atau setoran. Bahkan kalau ada temuan calon kepala sekolah akan dicoret dan oknumnya akan dikenakan sanksi.

“Tidak boleh ada yang menyetor uang untuk bisa lolos, mereka harus membuktikan kemampuan agar dapat lolos,” katanya.

Bahkan untuk menghasilkan kepala sekolah yang berkualitas, pihaknya sempat mengambil sumpah tim penyeleksi untuk menjalankan tugasnya secara baik tanpa ada pungli atau titip nama peserta. “Tim seleksi dari pengawas, Dewan Pendidikan dan Disdik serta BKPPD. Seleksi ini berjalan sesuai aturan tidak ada pungli atau titip nama,” katanya.[] Sumber: merdeka.com

MUDIN PASE
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar