BANDA ACEH – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai perjalanan dinas ke luar negeri lima Komisi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tidak akan memberikan manfaat banyak bagi publik Aceh. Sebaliknya, hanya menguras anggaran rakyat Aceh.
Manfaatnya hanya buat mereka saja, karena dapat jalan-jalan ke luar negeri. Kalau bagi rakyat sama sekali tidak bermanfaat, kata Koordinator MaTA Alfian melalui pernyataan pers diterima portalsatu.com, Jumat, 22 Juli 2016.
Informasi diperoleh MaTA, perjalanan dinas lima Komisi dari 10 Komisi di DPRA tersebut masing-masingnya Komisi I ke Amerika, Komisi II ke Australia, Komisi III ke Swiss, Komisi IV ke Maroko dan Komisi VII ke Spanyol.
Perjalanan dinas ke luar negeri tersebut, menurut kami, merupakan cara lama yang masih digunakan oleh anggota dewan kita untuk menghabiskan anggaran rakyat Aceh. Secara substansi perjalanan ke luar negeri tersebut diyakini tidak memberikan efek apapun dalam mendorong pembangunan bagi provinsi Aceh, karena perjalanan serupa juga tiap tahun dilakukan. Terbukti perjalanan-perjalanan sebelumnya tidak ada hasil apa-apa yang mereka bawa pulang untuk Aceh, kata Alfian.
Alfian melanjutkan, perjalanan ke luar negeri juga sering berakhir sia-sia, karena jarang yang diimplementasikan di Aceh. Apalagi, kata dia, perjalanan ke luar negeri ini dilakukan anggota dewan tersebut dengan menggeser jadwal pembahasan KUA-PPAS.
Jadi disini jelas sekali kesannya bahwa mereka lebih mementingkan jalan-jalan ke luar negeri daripada mengutamakan kepentingan rakyat membahas KUA-PPAS 2017 yang mestinya sudah waktu pembahasan, ujar Alfian.